Home / Pemerintahan

Jumat, 12 September 2025 - 15:55 WIB

KADIN Gandeng SMK Sukabumi dan Pengusaha Jepang, Siapkan Lulusan Vokasi Hadapi Bonus Demografi dan Pasar Kerja Global

Ketua Komite Tetap Kerja Sama Kementerian/Lembaga dan Industri KADIN Indonesia, Masbukhin Pradhana berdiskusi bersama guru SMK di Lapangan SMKN 1 Pertanian Cibadak,Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Forum Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 1 Pertanian Cibadak bersama Kamar Dagang Industri (KADIN) Indonesia menyelenggarakan temu kunjungan dan diskusi bersama empat delegasi pengusaha asal Jepang, terdiri dari: Internasional Human Resource Support Organization (IHRSO), Tsunagu Group Holding Inc, Porters Corporation, dan Liana Segrus Co.Ltd.

Kegiatan berlangsung di Aula SMKN 1 Pertanian Cibadak, Desa Karangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jumat (12/9/2025) menghadirkan perwakilan Universitas Nusa Putra, Universitas Nasional Pasim, pelajar dan guru dari sekolah SMK, diantaranya SMKN 1, Perhotelan, Palabuhanratu, Gunungguruh juga Sagaranten.

Momen diskusi menjadi penting bagi dunia pendidikan vokasi untuk memperkuat kerja sama dengan dunia usaha, sekaligus menyiapkan lulusan SMK agar lebih siap menghadapi pasar kerja global.

Baca: https://mediaaksara.id/dedi-mulyadi-tegas-jangan-ada-silpa-efisiensi-anggaran-jabar-200-m-perjalanan-dinas-74-juta/

Ketua Komite Tetap Kerja Sama Kementerian/Lembaga dan Industri KADIN Indonesia, Masbukhin Pradhana, menegaskan forum ini lahir sebagai jawaban atas tantangan besar Indonesia dalam menghadapi bonus demografi.

“Problem kita bersama, baik di tingkat daerah maupun pusat, adalah bagaimana mengentaskan pengangguran. Justru lewat forum, kami terus berupaya mencari solusi membuka lapangan kerja sejak dari sekolah dan kampus,” ujarnya selepas acara.

Forum Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 1 Pertanian Cibadak dan Kabupaten Sukabumi bersama KADIN Indonesia menyelenggarakan diskusi bersama empat delegasi pengusaha asal Jepang bahas peluang kerja luar negeri / Foto: MediaAksara
Forum Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 1 Pertanian Cibadak dan Kabupaten Sukabumi bersama KADIN Indonesia menyelenggarakan diskusi bersama empat delegasi pengusaha asal Jepang bahas peluang kerja luar negeri / Foto: MediaAksara

Kepada awak media Masbukhin menyebutkan, kebutuhan tenaga kerja di pasar global sangat besar, yakni mencapai 160 hingga 200 ribu orang per tahun. Jepang menjadi salah satu negara utama yang membutuhkan pekerja di sektor manufaktur, pengolahan makanan, hingga perawatan lansia.

Baca: https://mediaaksara.id/kejari-limpahkan-dua-kasus-korupsi-tahap-2-libatkan-oknum-kades-cikahuripan-asn-dlh-sukabumi-masuk-ke-rutan/

“Bukan hanya Jepang, negara lain seperti Jerman, Polandia, hingga Australia juga membutuhkan pekerja migran. Tantangannya bukan sekadar menyiapkan tenaga kerja, tapi juga bagaimana menjalin hubungan baik dengan mitra agen Indonesia di negara-negara tersebut,” jelasnya.

Setiap tahun berdasarkan data sementara, Indonesia melahirkan sekitar 1,7 juta lulusan SMK. Angka ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha.

“Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya, lulusan kita harus punya keterampilan, bahasa, pengetahuan, sekaligus mampu beradaptasi dengan budaya dan aturan di negara tujuan kerja. Itulah kunci agar tenaga kerja kita bisa diterima dengan baik,” tegas Masbukhin.

Baca:https://mediaaksara.id/menkumham-supratman-buka-blokir-administrasi-pwi-pusat-kantongi-legalitas-resmi/

Pemerintah daerah, termasuk para gubernur dan bupati, kini mulai memberi perhatian lebih dengan mengalokasikan anggaran untuk pelatihan, pembelajaran, hingga fasilitasi keberangkatan tenaga kerja. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan serta membuka jalan yang lebih luas bagi pekerja migran Indonesia.

Sinergitas Forum BKK SMKN 1 Pertanian Cibadak bersama KADIN Indonesia menjadi salah satu langkah nyata dalam menjawab kebutuhan tersebut. Dengan dukungan sektor pendidikan, dunia industri, dan pemerintah, lulusan SMK diharapkan tidak hanya siap bersaing di dalam negeri, tetapi juga mampu mengambil peluang kerja di pasar internasional.

“Tujuan kami sederhana, agar lulusan vokasi tidak hanya mencari kerja, tapi juga mampu menciptakan solusi bagi masa depan bangsa. Dengan keterampilan yang relevan, mereka bisa menjadi motor penggerak ekonomi, baik di Indonesia maupun di kancah global,” pungkas Masbukhin yang juga sebagai penguasa juga memiliki lembaga pelatihan kerja (LPK) di wilayah Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

 

Reporter:  Azriel B. Rahman

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

TMMD Kodim 0622 Sukabumi Hadirkan Air Bersih bagi SD dan 60 KK Warga Ciemas

Pemerintahan

Tripartit Sukabumi Bahas Iklim Investasi dan Perlindungan Pekerja

Pemerintahan

Perluas Akses Keuangan Masyarakat, Pemkab Sukabumi Perkuat Dukungan bagi UMKM ‎

Pemerintahan

‎Ironi Kelistrikan Nasional, Hampir 70 Rumah Warga di Cibadak Sukabumi Belum Teraliri Listrik

Pemerintahan

BSPS 2026 Sasar 200 Rumah di Sukabumi, Tambahan 100 Unit Dikawal Ribka Tjiptaning untuk 2027

Pemerintahan

Pemprov Jabar KDM Wajibkan Desa Buka APBDes 2026, Warga Bisa Awasi Anggaran Lewat Media Sosial

Pemerintahan

Hari Santri 2026: Santri Sukabumi Didorong Kuasai Teknologi dan Aktif Bangun Daerah

Pemerintahan

Data BPS: Pengangguran Sukabumi 110 Ribu, Disnaker Genjot Pelatihan dan Kewirausahaan