Home / Kabar Daerah

Minggu, 21 Desember 2025 - 11:49 WIB

219 Korban Kekerasan Anak & Perempuan Terdata di Sukabumi, Tangis Ibu Korban Anak Pecah Minta Keadilan ke Bupati dan KDM

Plang UPTD PPA Sukabumi Utara pada DP3A Kabupaten Sukabumi/ Foto : MediaAksara

Plang UPTD PPA Sukabumi Utara pada DP3A Kabupaten Sukabumi/ Foto : MediaAksara

Plang UPTD PPA Sukabumi Utara pada DP3A Kabupaten Sukabumi/ Foto : MediaAksara 

MEDIAAKSARA.ID – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sukabumi masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sepanjang Januari hingga November 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi mencatat 219 korban kekerasan yang ditangani melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) wilayah Sukabumi.

Data tersebut disampaikan oleh Kepala UPTD PPA Wilayah Palabuhanratu, Wulandari, Kamis (18/12/2025), di Kantor UPTD PPA Sukabumi. Ia menyebut, wilayah kerja UPTD PPA Palabuhanratu mencakup 26 kecamatan, dengan fokus pada penanganan korban, pendampingan psikologis, edukasi masyarakat, serta pemenuhan hak korban secara menyeluruh.

Baca: https://mediaaksara.id/waduh-kasus-dugaan-sodomi-anak-di-sukabumi-ibu-korban-minta-keadilan-polisi-telusuri-saksi/

“Kami terus memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi UPTD PPA, terutama dalam pendampingan korban dugaan kekerasan dan pelecehan, baik anak maupun perempuan dewasa,” ujar Wulandari kepada awak media.

Kepala UPTD PPA Wilayah Palabuhanratu, Wulandari diwawancara awak media / Foto: MediaAksara
Kepala UPTD PPA Wilayah Palabuhanratu, Wulandari diwawancara awak media / Foto: MediaAksara

Berdasarkan rekapitulasi UPTD PPA periode Januari–November 2025, kasus yang ditangani meliputi:

Baca: https://mediaaksara.id/kasus-kekerasan-seksual-anak-di-sukabumi-sekum-mui-desak-penegakan-hukum-transparan-dan-pencegahan-berkelanjutan/

1.Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT):

Anak 5 korban, perempuan dewasa 12 korban

Total: 17 korban

2. Kekerasan Seksual:

Anak 109 korban, perempuan dewasa 13 korban

Total: 122 korban

3.Tindak Pidana Perdagangan Orang (Trafficking):

Anak 3 korban, perempuan dewasa 19 korban

Total: 22 korban

4.Kasus Lainnya:

Anak 44 korban, perempuan dewasa 14 korban

Total: 58 korban.

Baca: https://mediaaksara.id/fakta-baru-kasus-dugaan-kekerasan-s3ksul-anak-di-sukabumi-masih-berjalan-ibu-korban-ungkap-hal-ini/

Adapun kategori kasus lainnya mencakup antara lain Ancaman, Kekerasan, dan Perilaku Kriminal (AMPK) , perundungan (bullying), perebutan hak asuh anak, cyber bullying, penganiayaan, penusukan, ODHA, Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), kekerasan psikis, penelantaran dan eksploitasi, Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), anak terafiliasi jaringan terorisme, pemerasan, hingga tuduhan kekerasan.

“Total keseluruhan korban yang kami tangani mencapai 219 orang,” tegas Wulandari.

Baca: https://mediaaksara.id/skandal-dana-desa-ciheulang-tonggoh-rp561-juta-raib-kades-akui-lalai-ketua-bpd-angkat-suara/

Terpisah, di tengah tingginya angka kasus kekerasan seksual, jeritan memilukan datang dari orang tua korban dugaan pelecehan seksual terhadap anak yang saat ini kasusnya masih ditangani Unit PPA Polres Sukabumi.

Tangkapan layar video orang tua korban dugaan pelecehan seksual terhadap anak meminta bantuan pendampingan hukum kepada Bupati Sukabumi dan Gubernur Jabar / Foto: Istimewa
Tangkapan layar video orang tua korban dugaan pelecehan seksual terhadap anak meminta bantuan pendampingan hukum kepada Bupati Sukabumi dan Gubernur Jabar / Foto: Istimewa

Dalam sebuah video yang diterima redaksi, YM, ibu korban bersama ayah, menyampaikan permohonan terbuka kepada Bupati Sukabumi Asep Japar dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) agar anaknya mendapat pendampingan hukum.

Baca: https://mediaaksara.id/sidak-tanpa-ampun-lapas-nyomplong-sukabumi-nyatakan-perang-terbuka-terhadap-hp-narkoba-dan-pungli/

” Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh….Saya orang tua korban dan keluarga saya memohon bantuan kepada Bapak Bupati Asep Japar dan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi. Saya meminta pendampingan hukum dari Jabar Istimewa. Anak saya masih di bawah umur dan menjadi korban pelecehan seksual. Kami hanya ingin keadilan,” ucap YM dengan suara bergetar.

Seiring lonjakan jumlah korban dan jeritan orang tua korban menjadi alarm keras bagi seluruh pihak. Peran keluarga, lingkungan, lembaga pendidikan, serta aparat penegak hukum dinilai krusial dalam meningkatkan komitmen pengawasan, kepedulian, dan keberanian melapor demi mencegah kekerasan berulang terhadap perempuan dan anak Indonesia.

 

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Fraksi Rakyat Soroti Rencana Batalyon 345 Maung Sancang, Ratusan Petani Bagja Sutra Terancam Terdampak ‎

Kabar Daerah

Sambut HUT ke-81 TNI, Koramil Warudoyong Gelar Karya Bakti Jelang Musim Hujan ‎

Kabar Daerah

151 Siswa-Guru SMKN 1 Gunungguruh Alami Gejala, Dinkes Sukabumi Menunggu Hasil Lab, SPPG dan SMK Belum Respon

Kabar Daerah

‎Ingat! Ketua PWI Jabar Soroti Wartawan Tak Terjebak Kecepatan di Tengah Fenomena Post-Truth

Kabar Daerah

Viral! 151 Siswa dan Guru SMKN 1 Gunungguruh Mengeluh Sakit, MBG Jangan Sampai Berubah Jadi “Makan Bikin Gelisah”

Kabar Daerah

SDN Cimanggu 2 Sukamulya Dikabarkan Akan Direlokasi, Pihak Sekolah: Belum Ada Informasi Resmi ‎

Kabar Daerah

MTs Al Fakhriyah Jampangkulon Borong 13 Gelar di AKSIOMA KKMTs Waluran ‎

Kabar Daerah

Mukerda MUI Sukabumi Dorong Penguatan Keagamaan dan Kerukunan Umat