Home / Kabar Daerah

Jumat, 12 Desember 2025 - 10:50 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sukabumi: Sekum MUI Desak Penegakan Hukum Transparan dan Pencegahan Berkelanjutan

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Hamdun diwawancara awak media / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur di Kabupaten Sukabumi terus bergulir. Laporan resmi dilayangkan oleh ibu korban, YM (33), ke Polres Sukabumi pada 12 November 2025 dan teregister dengan Nomor LP/B/594/XI/2025/SPKT/POLRES SUKABUMI. Hingga kini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi masih melakukan pendalaman penyelidikan dan mengumpulkan tambahan keterangan.

Kasus ini pertama kali terungkap pada Senin, 6 Oktober 2025, saat YM membawa anaknya ke RSUD Palabuhanratu karena mengalami sakit dan pendarahan di bagian anus, setelah sebelumnya mendapatkan penanganan awal dari bidan EY. Dari hasil pemeriksaan medis, dokter menemukan indikasi kuat bahwa anus korban telah dimasuki alat kelamin orang dewasa.

Terkejut mendengar penjelasan tersebut, YM kemudian menanyakan langsung kepada anaknya. Sang anak mengaku telah mengalami tindakan serupa berulang kali di rumah seorang terduga pelaku, disertai ancaman serta iming-iming. Perbuatan keji itu diduga terjadi lebih dari satu kali.

Baca: https://mediaaksara.id/waduh-kasus-dugaan-sodomi-anak-di-sukabumi-ibu-korban-minta-keadilan-polisi-telusuri-saksi/

Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Hamdun, turut angkat bicara menyikapi kasus yang menimpa anak di bawah umur ini.

“Atas nama pribadi dan lembaga, kami ucapkan innalillahi… Kami sangat prihatin dan berduka cita. Kepada keluarga korban, saya berpesan untuk sabar dan tawakal dalam menghadapi ujian, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya melalui sambungan seluler, Jumat (12/12/2025).

Sekum MUI menegaskan bahwa pihaknya mengutuk keras tindakan bejat yang dilakukan terhadap anak. Agar musibah ini tidak terulang, Ia juga mengimbau seluruh pihak, mulai pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan dan lingkungan anak.

Baca:https://mediaaksara.id/selebaran-aksi-3-aliansi-batal-polres-sukabumi-gercep-amankan-lapas-warungkiara/

Lebih jauh, ia mendorong unsur pemerintah dan dinas terkait, khususnya DP3A Kabupaten Sukabumi, untuk memperkuat sosialisasi tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta memastikan pendampingan dan perlindungan bagi korban dan keluarganya berjalan optimal sesuai indikator.

KH. Ujang Hamdun juga meminta aparat penegak hukum untuk berkomitmen penuh, bekerja secara transparan, profesional, dan menuntaskan kasus ini hingga terang benderang.

“Jangan sampai ada korban lain. Dan jangan sampai kasus seperti Emon, yang menimpa puluhan anak sekolah dasar, kembali terulang,” tegasnya.

 

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Konferensi PWI Sukabumi 2026 Makin Dekat, Jabar Turun Tangan Kawal Suksesi Kepemimpinan

Kabar Daerah

Tak Sekadar Masak! Dinkes Sukabumi Latih Penjamah Makanan SPPG Demi Standar Nasional

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Harapan 57 Pelajar: Begini Potret SDN Kaum Hegarmanah Sukabumi

Kabar Daerah

UMKM Lokal Naik Kelas: S&F Shoes Sukabumi Tawarkan Sandal Berkualitas Harga Bersaing

Kabar Daerah

HHBK Dongkrak Ekonomi Desa: Madu Trigona hingga Kopi Cipeuteuy Mulai Dilirik Pasar

Kabar Daerah

Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Petani Sukabumi Justru Terima Setengahnya, Ada Apa di Balik Rantai Distribusi?

Kabar Daerah

Operasi Lebih Aman di RSUD Jampangkulon, Peran Dokter Anestesi Jadi Kunci Keselamatan Pasien

Kabar Daerah

Regenerasi KTH Segar Alam Dimulai! Musyawarah Desa Mekarjaya Perkuat Kepemimpinan dan Arah Baru