Home / Kabar Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Tujuh Tahun Bertahan, Pokdakan Mina Sauyunan Sukabumi Sulap Lahan Terbengkalai Jadi Wisata Edukasi

Pokdakan Mina Sauyunan Kadulawang Cipanengah, Kota Sukabumi bertahan tujuh tahun secara swadaya dan menyulap lahan terbengkalai menjadi kawasan budidaya ikan serta wisata edukasi / Foto: Istimewa 

SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Selama tujuh tahun, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Sauyunan Kadulawang di Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, membuktikan perubahan lingkungan bisa dimulai dari kepedulian dan gotong royong warga.

Kelompok yang dibentuk secara swadaya terus bertahan tanpa mengandalkan anggaran rutin pemerintah. Bermodal semangat, kemampuan anggota, serta dukungan para donatur, kawasan yang sebelumnya terabaikan dan kumuh perlahan disulap menjadi lingkungan yang lebih asri dan produktif.

Di sekitar kolam pembudidayaan ikan, warga memanfaatkan lahan untuk menanam berbagai jenis tanaman. Sejumlah gazebo juga dibangun sebagai ruang berkumpul, beristirahat, dan berinteraksi. Kawasan yang sebelumnya sepi kini berkembang menjadi wisata edukasi berbasis lingkungan di tingkat RW.


Baca Juga :

PWI Dorong Modal Ventura Percepat Pertumbuhan UMKM dan Startup Indonesia

Perjalanan selama tujuh tahun tentu bukan tanpa tantangan. Pengurus harus menyatukan tekad warga, mengelola kegiatan secara mandiri, sekaligus menjaga keberlangsungan kawasan tanpa dukungan anggaran berkelanjutan.

Namun, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama. Setiap anggota berkontribusi sesuai kemampuan dan keahliannya. Dukungan masyarakat dan donatur turut membantu agar kawasan tetap terawat serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Pokdakan berdiri bukan untuk dipuji. Pokdakan bertahan bukan karena perintah. Tapi Pokdakan berdiri karena rasa peduli lingkungan, dan bukan untuk kepentingan pribadi.” ujar Joe yang akrab dipanggil Mas Bro Joe.

Prinsip tersebut menjadi landasan pengurus Pokdakan Mina Sauyunan Kadulawang dalam menjalankan kegiatan.


Baca Juga :

Bertahun-tahun Lawan Kanker Payudara, Kisah Tika di Sukabumi Temukan Harapan Baru Berkat Sentra Phalamarta

Keberadaan kelompok ini juga menjadi contoh dengan kemandirian masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga ketahanan pangan dan lingkungan hidup. Lahan yang dikelola tidak hanya menjadi ruang produktif, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan nyaman bagi warga.

Pokdakan Mina Sauyunan berharap kawasan ini dapat terus berkembang sebagai ruang edukasi, budidaya ikan, ketahanan pangan, sekaligus tempat berkumpul masyarakat yang bersih dan asri.

Semangat kepedulian dan kemandirian yang dibangun selama tujuh tahun diharapkan menjadi inspirasi bagi lingkungan lain untuk bergerak bersama, tanpa harus selalu menunggu bantuan dari luar.

 

Sumber: @/HJS

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Fraksi Rakyat Soroti Rencana Batalyon 345 Maung Sancang, Ratusan Petani Bagja Sutra Terancam Terdampak ‎

Kabar Daerah

Sambut HUT ke-81 TNI, Koramil Warudoyong Gelar Karya Bakti Jelang Musim Hujan ‎

Kabar Daerah

151 Siswa-Guru SMKN 1 Gunungguruh Alami Gejala, Dinkes Sukabumi Menunggu Hasil Lab, SPPG dan SMK Belum Respon

Kabar Daerah

‎Ingat! Ketua PWI Jabar Soroti Wartawan Tak Terjebak Kecepatan di Tengah Fenomena Post-Truth

Kabar Daerah

Viral! 151 Siswa dan Guru SMKN 1 Gunungguruh Mengeluh Sakit, MBG Jangan Sampai Berubah Jadi “Makan Bikin Gelisah”

Kabar Daerah

SDN Cimanggu 2 Sukamulya Dikabarkan Akan Direlokasi, Pihak Sekolah: Belum Ada Informasi Resmi ‎

Kabar Daerah

MTs Al Fakhriyah Jampangkulon Borong 13 Gelar di AKSIOMA KKMTs Waluran ‎

Kabar Daerah

Mukerda MUI Sukabumi Dorong Penguatan Keagamaan dan Kerukunan Umat