Home / Peristiwa

Kamis, 11 Desember 2025 - 22:27 WIB

Waduh! Kasus Dugaan Sodomi Anak di Sukabumi: Ibu Korban Minta Keadilan, Polisi Telusuri Saksi! 

YM Ibu Korban diwawancara tim PWI Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Kasus dugaan kekerasan s3ksu@l terhadap seorang anak di bawah umur di Kabupaten Sukabumi terus bergulir. Laporan resmi dilayangkan sang ibu, YM (33), ke Polres Sukabumi pada 12 November 2025 dan tercatat dengan Nomor LP/B/594/XI/2025/SPKT/POLRES SUKABUMI. Hingga kini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi masih melakukan pendalaman penyelidikan dan pengumpulan keterangan.

Kasus ini pertama kali terungkap pada Senin, 6 Oktober 2025. YM membawa anaknya ke RSUD Palabuhanratu karena mengalami sakit dan pendarahan pada bagian anus setelah sebelumnya mendapatkan penanganan awal dari bidan EY. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa anus korban telah dimasuki alat kelamin orang dewasa.

YM mengaku sangat terkejut dengan penjelasan medis tersebut. Ketika ia menanyakan langsung kepada anaknya, sang anak mengaku telah mengalami tindakan itu berulang kali di rumah seorang terduga pelaku, disertai ancaman dan iming-iming. Perbuatan tersebut disebut terjadi beberapa kali.

Baca: https://mediaaksara.id/modus-arisan-berkedok-investasi-terkuak-kerugian-capai-rp500-juta-kasus-resmi-naik-penyidikan-2/

YM kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sukabumi pada 12 November 2025. Berdasarkan SP2HP tertanggal 18 November 2025, penyidik menyatakan perkara sudah masuk tahap pendalaman dan pengumpulan alat bukti.

Dalam wawancara dengan tim PWI Kabupaten Sukabumi, YM kembali membeberkan peristiwa terungkap setelah anaknya dirawat dan menjalani tindakan operasi di RSUD.

“Dokter bedah menyampaikan bahwa anus anak saya dimasuki alat kelamin orang dewasa,” ujarnya pada Kamis (11/12/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/pantai-cempaka-ratu-surga-sunset-baru-di-kawasan-geopark-ciletuh-murah-asri-dan-bertumpu-pada-kearifan-lokal/

Setelah satu minggu masa pemulihan di rumah, barulah anaknya mengaku bahwa ia telah di sodomi beberapa kali di rumah pelaku pada siang hari. YM tegaskan pelaku agar diadili serta meminta perlindungan bagi pemulihan mental anaknya.

Terpisah, kepada tim PWI Kabupaten Sukabumi, Kanit PPA Satreskrim Polres Sukabumi, Ipda MGS Irlansyah, menegaskan laporan YM tetap ditindaklanjuti meski dugaan kejadiannya disebut terjadi dua tahun lalu.

Kantor pelayanan Satreskrim Polres Sukabumi / Foto: MediaAksara
Kantor pelayanan Satreskrim Polres Sukabumi / Foto: MediaAksara

“Kami memang menerima laporan dari ibu YM waktu itu, bahwa ada kejadian yang sudah dua tahun lalu di mana anaknya diduga katanya menjadi korban Sodomi. Secara otomatis penyidik menanyakan, kalau kejadiannya dua tahun lalu, siapa saksi yang mengetahui langsung,” ujar Ipda Irlansyah, Kamis (11/12/2025) melalui sambungan seluler.

Baca: https://mediaaksara.id/mayat-pria-misterius-ditemukan-tersungkur-di-wc-masjid-al-barkah-sukaraja-warga-gempar/

YM sebelumnya menyebut adanya seorang teman sebaya yang mengetahui peristiwa tersebut. Namun, hingga saat ini saksi tersebut belum dihadirkan oleh pelapor.

“November lalu ibu YM mengatakan akan membawa saksi ke kantor. Tetapi faktanya sampai sekarang saksi tersebut tidak bisa dihadirkan. Ya sudah, kami akan undang klarifikasi,” ungkapnya.

Baca: https://mediaaksara.id/fakta-baru-tp2gd-bongkar-riwayat-eyang-santri-untuk-gelar-pahlawan-nasional/

Unit PPA telah mengirimkan undangan klarifikasi kepada dua saksi yang disebutkan pelapor. Keduanya dijadwalkan hadir pada Selasa, 16 Desember 2025.

“Kita lihat nanti apakah saksi hadir atau tidak,” tambahnya.

Terkait terduga pelaku, Ipda Irlansyah menegaskan pihaknya belum dapat menarik kesimpulan karena proses masih berada pada tahap penyelidikan awal.

Baca: https://mediaaksara.id/setoran-retribusi-disunat-dua-oknum-langsung-digulung-kejari-sukabumi/

“Kami tidak bisa menyebutkan terduga pelaku karena baru menerima keterangan dari pihak korban. Kami juga menunggu hasil visum dari ahli, apakah sesuai dengan laporan. Kalau hasil visum tidak menunjukkan tanda-tanda yang dilaporkan, tentu itu menjadi pertimbangan kami,” jelasnya.

Ia menegaskan penyidik bekerja berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, dan data medis yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang pertama kami kumpulkan keterangan dulu. Tidak bisa langsung mengatakan keterangan pelapor benar sementara hasil visum tidak mendukung. Yang kedua, saksi yang katanya mau dibawa pelapor juga tidak datang-datang. Maka kami keluarkan undangan klarifikasi untuk 16 Desember ini,” tutupnya.

 

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

16 Paket Sabu Disita, Pemuda 21 Tahun Ditangkap Polisi di Sukabumi ‎

Peristiwa

Viral Bikin Gaduh di SD Berujung Jeruji: Oknum Wartawan Gadungan Jadi Tersangka, Polisi Sukabumi Bongkar Dugaan Pemerasan

Peristiwa

‎Pria di Caringin Sukabumi Ditemukan Istri Bersimbah Darah, Diduga Coba Akhiri Hidup Usai Kehilangan Ayah ‎

Peristiwa

Waspada! Pria Menyusup ke SMPN 2 Cibadak Bersembunyi, Terduga Pelaku Diamankan Polisi 

Peristiwa

Razia Miras di Sukabumi Utara, Polisi Sita 276 Botol dari Dua Lokasi ‎

Peristiwa

Kebakaran Hanguskan Lahan Pemprov Jabar di Sukabumi, Warga Cikembar Terpapar Asap

Peristiwa

Tidur di Depan Toko TPI Palabuhanratu, Pria Ini Mendadak Ditusuk Sajam: Pelaku Mengaku Gegara Santet

Peristiwa

Angin Kencang Bikin Pohon Tumbang Tutup Jalan di Cimanggu, Damkar Jampangkulon Bergerak Evakuasi