Mojang Pinilih Kabupaten Sukabumi 2021, Arista Sani Oktaviani (kanan), dan Jajaka Kabupaten Sukabumi 2019, Danu Muhamad Irzad (kiri) diwawancara awak media usai upacara sekar budaya di alun-alun Palabuhanratu / Foto: MediaAksara
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Semarak Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 Tahun 2026 tak hanya menghadirkan kemeriahan. Di balik berbagai rangkaian kegiatan, terselip harapan generasi muda berprestasi untuk masa depan Kabupaten Sukabumi.
Hal tersebut disampaikan Mojang Pinilih Kabupaten Sukabumi 2021, Arista Sani Oktaviani, dan Jajaka Kabupaten Sukabumi 2019, Danu Muhamad Irzad, saat diwawancarai MediaAksara usai kegiatan Sekar Budaya di Alun-Alun Palabuhanratu, Kamis (10/9/2026).
Keduanya berharap momentum HJKS ke-156 tidak berhenti sebagai perayaan, tetapi menjadi semangat bersama untuk membangun Kabupaten Sukabumi melalui keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda.
Baca Juga :
Arista menyampaikan harapan agar kemajuan daerah dapat dimulai dari kekuatan masyarakat di tingkat paling bawah.
”Di tengah hiruk-pikuk keadaan negara saat ini, semoga lilin-lilin kecil dari desa, khususnya di Kabupaten Sukabumi, dapat menjadi pemangku utama kemajuan daerah. Kita mulai dari hal-hal kecil untuk sesuatu yang lebih besar,” ungkapnya.
Sementara itu, Danu menilai berbagai kegiatan dalam rangkaian HJKS menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus menguatkan potensi pariwisata dan budaya Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, masyarakat perlu terlibat aktif agar kekayaan budaya dan destinasi wisata Sukabumi semakin dikenal luas.
Baca Juga :
Pemkab Sukabumi Klarifikasi ke Komnas HAM Terkait Penanganan Bencana Tanah Bergerak Bantargadung
”Kami berharap ke depannya masyarakat bisa bersama-sama mewujudkan pariwisata dan budaya Kabupaten Sukabumi agar semakin dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Klik video :
https://vt.tiktok.com/ZSqy4FULg/
Tak hanya pariwisata dan budaya, mojang jajaka pinilih disinggung terhadap persoalan kebencanaan juga menjadi bagian dari harapan generasi muda. Kabupaten Sukabumi diketahui memiliki sejumlah wilayah yang rawan bencana alam.
Keduanya berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat semakin serius memperkuat upaya mitigasi dan penanganan bencana, termasuk dengan aksi nyata melihat kondisi masyarakat di lapangan.
Baca Juga :
Menurut mereka yang dibina oleh Dinas Pariwisata menyampaikan mitigasi bencana tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan penyuluhan secara langsung. Perkembangan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang efektif, terutama untuk menjangkau generasi muda dan masyarakat secara lebih luas.
”Mitigasi bencana tidak selamanya harus langsung turun ke lapangan untuk memberikan penyuluhan. Kami bersama unsur pendidikan juga bisa memberikan edukasi secara efektif melalui pemanfaatan media sosial. Kerja sama lintas sektor sangat diperlukan,” kata Arista.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
”Let’s work hand in hand and no one left behind,” yang artinya “Mari bekerja sama bahu-membahu dan jangan biarkan siapapun tertinggal” tegasnya.
Baca Juga :
Keduanya berharap penanganan kebencanaan di Kabupaten Sukabumi tidak berhenti pada janji atau program semata, tetapi diwujudkan melalui komitmen aksi nyata mengabdi dan kolaborasi lintas pemerintahan, pengusaha hingga masyarakat.
Momentum HJKS ke-156 pun diharapkan menjadi pengingat bahwa membangun Sukabumi bukan hanya tugas pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi pengusaha serta seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda.
Dari budaya dan pariwisata hingga kepedulian terhadap kebencanaan, suara Mojang dan Jajaka Sukabumi menjadi pesan bahwa masa depan daerah membutuhkan kolaborasi, kepedulian, dan aksi nyata bersama.
Reporter: Sr1
Redaktur: Rapik Utama







