Home / Kabar Daerah

Kamis, 10 September 2026 - 11:20 WIB

Empat Penjuru Mata Air Warnai Sekar Budaya HJKS ke-156, Pesan Pelestarian Tradisi Sunda dari Palabuhanratu

Penampilan Sekar Budaya HJKS ke-156 di alun-alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara

‎PALABUHANRATU, MEDIAAKSARA.ID — Semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 diwarnai pertunjukan seni budaya Sunda dalam rangkaian upacara Sekar Budaya yang digelar di Alun-Alun Palabuhanratu, Kamis (10/9/2026).

‎Di balik kemeriahan kegiatan, kreativitas Tim Seni Yayasan Mutiara Palabuhanratu binaan Abah Toto bersama budayawan dan tokoh masyarakat Palabuhanratu, Abah Asep Nurbagelar atau yang akrab disapa Bah Embep, turut memberikan warna tersendiri.

‎Sekar Budaya menghadirkan beragam kesenian Sunda dengan mengangkat filosofi empat penjuru mata air, yakni dari wilayah kulon (barat), wetan (timur), kaler (utara), dan kidul (selatan).

‎Bah Embep menjelaskan, konsep empat mata air bukan sekadar bagian dari pertunjukan, tetapi memiliki makna filosofis tentang kehidupan sekaligus menjadi upaya mengenalkan dan melestarikan budaya daerah.


Baca Juga : ‎

Tasyakuran HJKS ke-156, Pemkab Sukabumi Gelar KTT 30 Juz dan Rangkaian Puncak Hari Jadi

‎”Kita mengambil dari empat penjuru mata air. Air merupakan salah satu sumber kehidupan dan penggerak kehidupan. Tanpa air, tentu akan ada hal-hal yang tidak kita harapkan,” ujar Bah Embep.

‎Menurutnya, pemilihan Palabuhanratu sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri karena kawasan merupakan ibu kota Kabupaten Sukabumi sekaligus pusat pemerintahan daerah.

Penampilan Sekar Budaya HJKS ke-156 di alun-alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara
Penampilan Sekar Budaya HJKS ke-156 di alun-alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara

‎Selain itu , Bah Embep menjelaskan sumber air yang digunakan dalam konsep tersebut berasal dari sejumlah wilayah.

‎”Dari kulon, wetan, kaler, dan kidul. Mata air yang dipilih merupakan sumber yang tidak pernah kering,” ungkapnya.


Baca Juga : ‎

Gebyar SIPENYU Bapenda Sukabumi Bagi 24 Hadiah, Ada 14 Motor dan 7 Paket Umrah

‎Ia menyebut sejumlah sumber air yang menjadi bagian dari konsep, di antaranya wilayah Pajampangan dari Cibitung, arah Cicurug dari kawasan Gunung Salak, wilayah timur dari sumber air Gunung Gede, serta kawasan Cikahuripan di wilayah barat.

‎Konsep filosofi menjadi simbol seiring keberagaman wilayah dan budaya di Kabupaten Sukabumi dapat dirangkai menjadi satu kesatuan dalam semangat memperingati HJKS ke-156.

‎‎Kegiatan turut dihadiri Bupati Sukabumi, Wakil Bupati, DPRD, Forkopimda, perangkat daerah dan tamu undangan dari luar wilayah kota Sukabumi dan luar Sukabumi.

‎‎Rangkaian peringatan HJKS ke-156 kemudian dilanjutkan dengan agenda penganugerahan Satyalancana Karya Satya Tahun 2026 kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang dijadwalkan berlangsung di Aula Setda Palabuhanratu.

‎

‎Reporter: @Sr1

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Legalitas Kebun Sawit Warungkiara Disoal Publik, FORMAWAR Siapkan Aksi dan Tuntut Transparansi Izin ‎

Kabar Daerah

Ada apa Anggaran Ketapang Warungkiara, Kelompok Tani Sukabumi Mundur dan Penjualan Domba Patut Diperjelas! 

Kabar Daerah

Belajar Sambil Bermain, Mahasiswa KKN Nusa Putra Sukabumi Kenalkan Edugame ke Siswa SDN Gunung Malang ‎

Kabar Daerah

Aktivis Sukabumi Soroti Kasus Dugaan Pencurian Oknum Ojol di Toserba, Dorong Penyelesaian Restorative Justice

Kabar Daerah

Persatuan Alumni GMNI Sukabumi Siap Kritis Kawal Kebijakan Pemkab, Ini Komitmennya!

Kabar Daerah

Kuasa Hukum MURI Adukan Dugaan Pengalihan Badan Hukum SPPG Nagrak Utara 3 Sukabumi ke BGN

Kabar Daerah

Ratusan Santri Palabuhanratu Kirab Bendera Merah Putih Raksasa 100 Meter Peringati Hari Santri di Sukabumi

Kabar Daerah

DPU Sukabumi Usulkan Perbaikan TPT Jalan Cibatu–Cicantayan yang Rusak