Home / Kabar Daerah

Minggu, 6 September 2026 - 19:20 WIB

Miris! Ibu Gangguan Jiwa, Kakek Terbaring Sakit: Dua Bocah Miskin Bertahan di Rutilahu di Nagrak Sukabumi ‎

Ilustrasi Tim gabungan bersama Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Nagrak evakuasi Lansia sakit dan diami Rutilahu di Kampung Cibarengkok, RT 04/ RW 06, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa 

‎‎SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Kehidupan anak dua bersaudara di Kampung Cibarengkok, RT 04/ RW 06, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, menjadi gambaran beratnya persoalan pengasuhan dan potret kemiskinan yang masih dihadapi sebagian keluarga.

‎‎AD (5) dan kakaknya, MAZ (10), harus menjalani masa kanak-kanak dalam kondisi serba terbatas. Kedua anak kini diasuh oleh sang kakek, Imi (65), setelah orang tua mereka mengalami persoalan keluarga dan sang ibu harus mendapatkan perawatan karena mengalami depresi serta gangguan jiwa.

‎Kondisi itu membuat kehidupan kedua anak semakin rentan. AZ bahkan belum mendapatkan kesempatan bersekolah seperti anak-anak seusianya.

‎‎Keduanya tinggal bersama sang kakek di sebuah rumah panggung sederhana yang sebagian besar terbuat dari bambu. Kondisinya jauh dari layak. Atap dan dinding rumah terlihat mengalami kerusakan dengan sejumlah bagian yang berlubang.


Baca Juga : ‎

Kritik Desil DTSEN Disorot Zainul, Warga Miskin Terancam Kehilangan Bantuan hingga KIP Pendidikan

‎Rumah tidak layak huni hanya menyisakan beberapa ruangan yang masih dapat digunakan untuk berlindung dari panas dan hujan.

‎Persoalan kembali muncul ketika kondisi kesehatan Kakek Imi menurun. Saat dikunjungi, kakek bersama dua anak terlihat terbaring lemah di atas tikar di dalam rumah.

‎Beruntung, kondisi itu segera mendapat perhatian dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Nagrak yang berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Darmareja, Bhabinkamtibmas Desa Darmareja dari Polsek Nagrak, serta bidan desa dari Puskesmas Girijaya.

‎‎Kakek Imi kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

‎” Dari informasi yang kami terima, tim langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Sebelumnya, yang bersangkutan sudah diperiksa oleh bidan desa dan memang harus mendapatkan perawatan,” ujar Arum, PSM Kecamatan Nagrak, Minggu (6/9/2026).


‎Baca Juga : ‎

Krisis DTSEN! Warga Miskin Terdata Desil 7, Kecamatan Cikembar Gercep Dampingi Balita Diduga Gizi Buruk 

‎Arum mengatakan, pihaknya sebelumnya juga telah membantu proses penanganan terhadap ibu kedua anak agar mendapatkan perawatan yang diperlukan.

‎”Memang kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan. Ibu dari Azi dan Andi harus menjalani perawatan, sementara kedua anak selama ini diasuh oleh kakeknya. Namun sekarang kakeknya juga sakit,” jelasnya.

‎Untuk sementara, kedua anak malang dititipkan kepada tetangga terdekat agar tetap mendapatkan pengawasan dan kebutuhan sehari-hari selama sang kakek menjalani perawatan.

‎Di sisi lain, Pemerintah Desa Darmareja mengakui keluarga miskin membutuhkan perhatian dan bantuan lebih lanjut.

‎Kepala Desa Darmareja Cecep mengatakan, usulan perbaikan rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebenarnya telah diajukan. Namun, hingga kini bantuan belum terealisasi.


Baca Juga : ‎

Polemik Sosial Warga Miskin Masuk Desil Tinggi, Siapa Bertanggung Jawab? BPS, Kemensos, Dinsos atau Desa! 

‎‎”Sudah diajukan, namun belum terealisasi. Informasinya, untuk tahun ini desa kami mendapat satu program bantuan Rutilahu dari Dinas Perkim,” kata Kades.

‎Menurutnya, saat ini Kakek Imi masih menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan kedua cucunya untuk sementara berada di rumah tetangga.

‎‎”Untuk dua orang cucu Pak Imi sudah kami titipkan kepada tetangga terdekat. Kami masih mencari solusi ke depan untuk masalah ini dan berharap ada bantuan dari pihak lain, selain dari keluarga,” pungkasnya.

‎Kondisi keluarga Kakek Imi menunjukkan persoalan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kondisi rumah atau keterbatasan ekonomi. Ketika persoalan kesehatan, pengasuhan, pendidikan, dan tempat tinggal bertemu dalam satu keluarga, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

‎Karena itu, penanganan terhadap Azi dan Andi membutuhkan perhatian lintas sektor agar mereka tetap memperoleh hak atas pengasuhan, pendidikan, kesehatan, serta lingkungan tempat tinggal yang aman dan layak.

‎

‎Sumber :@RT

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Desa Sukadamai Usulkan 137 Rumah, 124 KPM Terakomodasi Program BSPS 2026 ‎

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Desak Pembangunan Batalyon Ditunda, Aspirasi Rakyat Sukabumi ke KSP dan Ombudsman Direspons ‎

Kabar Daerah

Dua Mahasiswa Masih Hilang di Pantai Cibuaya Sukabumi, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian

Kabar Daerah

‎Datangi Kades Sukamekar Sukaraja, Petani Bagja Sutra Sukabumi Soroti Batas Wilayah Lahan Eks PTPN  ‎

Kabar Daerah

Polres Sukabumi Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Ciracap

Kabar Daerah

Jampang Ngabhuana 3 Angkat Seni Budaya, DPRD Sukabumi Dorong Pelestarian Tradisi Sunda

Kabar Daerah

Survei Irigasi Warungkiara Dimulai, Petani Sukabumi Menanti Kepastian Jadwal Rehabilitasi ‎

Kabar Daerah

Jampang Ngabhuana 3 di Sukabumi, Perkuat Persatuan dan Lestarikan Budaya Pajampangan