Mahasiswa KKN Mandiri Universitas Nusa Putra menghadirkan tiga inovasi lingkungan di Desa Kadudampit, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Universitas Nusa Putra di Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, menghadirkan sejumlah program pengabdian yang berfokus pada kepedulian dan pengelolaan lingkungan.
Sebanyak 15 mahasiswa KKN mengembangkan tiga sarana lingkungan, yakni Alat Pembakaran Sampah Ramah Lingkungan, Komposter Organik, dan Alat Penahan Sampah Sungai. Ketiganya dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Ketua Pelaksana KKN Mandiri Desa Kadudampit, Muhamad Adittyia Nugraha, mengatakan inovasi program tidak hanya diarahkan pada penyediaan sarana, tetapi juga untuk mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah.
”Kami berharap program yang kami laksanakan berkelanjutan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kadudampit. Persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga keberlanjutan program ini tentunya membutuhkan peran serta masyarakat dan pemerintah desa,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga :
Lima Personel Polisi Dipecat Tanpa Hadir, Kapolres Sukabumi Ungkap Pesan Tegas Disiplin Polri
Salah satu inovasi yang dihadirkan mahasiswa adalah Alat Pembakaran Sampah Ramah Lingkungan. Sarana ini menjadi salah satu alternatif membantu pengelolaan sampah agar lebih terarah dan terkendali.
Menurut mahasiswa, keberadaan alat diharapkan dapat membantu mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendorong masyarakat lebih memperhatikan proses pengelolaan limbah di lingkungan sekitar.
Selain itu, mahasiswa menghadirkan Komposter Organik untuk mendorong pemanfaatan sampah organik yang berasal dari aktivitas sehari-hari.
Sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan untuk tanaman maupun mendukung kegiatan penghijauan. Program ini sekaligus mengenalkan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Baca Juga :
Dokter Gigi Dilaporkan Kuasa Hukum ke Dinkes Sukabumi, Ini Persoalan yang Diadukan!
Perhatian mahasiswa juga diarahkan pada kebersihan aliran sungai. Sampah yang terbawa arus air berpotensi menumpuk dan mengganggu kebersihan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Untuk itu, mahasiswa membuat Alat Penahan Sampah Sungai yang dirancang membantu menahan sampah yang terbawa aliran air sehingga lebih mudah dikendalikan dan dikumpulkan.
Mahasiswa berharap sarana inovasi dapat membantu menjaga kebersihan sungai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke aliran air.
Pelaksanaan program lingkungan mendapat apresiasi Pemerintah Desa Kadudampit dan masyarakat. Kolaborasi dilakukan sejak proses perencanaan hingga pemanfaatan hasil kegiatan.
Baca Juga :
Gebyar SIPENYU Bapenda Sukabumi Bagi 24 Hadiah, Ada 14 Motor dan 7 Paket Umrah
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, ketiga sarana lingkungan diserahterimakan kepada Pemerintah Desa Kadudampit pada rangkaian akhir pelaksanaan KKN.
Serah terima diharapkan memastikan hasil program kerja mahasiswa tetap dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh pemerintah desa serta masyarakat setelah masa KKN berakhir.
Bagi mahasiswa, kegiatan menjadi bagian dari pengalaman pengabdian sekaligus pembelajaran untuk memahami persoalan lingkungan secara langsung di tengah masyarakat.
Mahasiswa berharap tiga inovasi dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan serta mendorong terciptanya Desa Kadudampit yang bersih, sehat, dan nyaman secara berkelanjutan.
Adapun 15 mahasiswa KKN yang terlibat terdiri atas Muhamad Adittyia Nugraha selaku ketua, bersama Akbar Maulana Ismail, Albertina Yarangga, Feby Aulia, Geisler Wambrauw, Hengky Jepisah Seda, Imumdodov Shaido, Mohammed Ali Mohammed Abdulrahman Abdullah, Nazwa Ayudiya, Nicolas Pranandi Dermawan, Saepul Kamal, Sri Muliani Avisa Agustina, Yuda Prasetya Firmansyah, Yoel Charlotte, dan Zidan Ramadan.
Sumber: @Yc
Redaktur: Rapik Utama







