Foto Monyet : Pixabay
MEDIAAKSARA.ID – Serangan monyet merusak lahan pertanian milik warga Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, peristiwa ini telah berlangsung selama hampir tiga bulan. Akibatnya, sejumlah petani mengalami kerugian hingga jutaan rupiah karena hasil panen dirusak satwa liar tersebut.
“Dalam kurun hampir tiga bulan, monyet datang berkelompok dan membuat kebun berantakan serta menjarah tanaman sayuran,” ujar Abah Lily (60), salah satu pemilik lahan, Selasa (27/5/2025).
Ia menyebut, kawanan monyet kerap menyerang wilayah perkebunan di daerah Ranggon, Cibuluh, Nenggeng, dan sekitarnya. Tanaman seperti jagung, ketimun, cabai, dan pisang menjadi sasaran utama.
“Kawanan itu datang hampir tiga sampai empat kali sehari dalam waktu yang berbeda. Jumlahnya bisa mencapai ratusan ekor. Kami tidak tahu dari mana asalnya,” lanjut Abah.
Kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Banyak petani merugi karena tanaman tak bisa dipanen. Abah mengaku kerugiannya mencapai lebih dari satu juta rupiah hanya dari tanaman jagung.
Upaya pengusiran telah dilakukan warga, namun tak membuahkan hasil jangka panjang. Bahkan, sebagian warga memilih menghindar karena takut diserang.
Baca: https://mediaaksara.id/bocah-13-tahun-tenggelam-di-sungai-cimandiri-jampangtengah/
“Kalau terus dibiarkan, kami bisa rugi besar. Tapi warga juga takut mengusir karena khawatir diserang monyet,” ujarnya.
Ia menduga, kawanan monyet tersebut masuk ke permukiman karena habitat aslinya rusak, sehingga mencari sumber makanan di lahan pertanian.
Abah berharap ada tindakan dari pemerintah setempat untuk mengatasi gangguan ini sebelum kerusakan semakin meluas.
Baca: https://mediaaksara.id/polres-sukabumi-kota-bongkar-16-kasus-narkoba-19-orang-diciduk-12-ribu-jiwa-terselamatkan/
Menanggapi hal ini, Sekretaris Desa Tegalpanjang, Deni, menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari warga.
“Kami akan menugaskan kepala dusun untuk mengecek dan menghimpun data ke wilayah lahan pertanian yang dijarah,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui seluler.
Koresponden : Iwan
Redaktur : Rapik Utama







