Home / Kabar Daerah

Selasa, 21 April 2026 - 20:51 WIB

Viral Jalan Berlumpur di Sukabumi, Warga Sebut Kang Dedi: Tagih Tanggung Jawab Proyek, Camat Gunungguruh Buka Suara!

Tangkapan layar video @musisitidakdikenal perlihatkan jalan berlumpur di Kampung Legoknyenang, Desa Cikujang, Gunungguruh Sukabumi / Foto: @musisitidakdikenal

MEDIAAKSARA.ID – Video durasi 1.41 detik perlihatkan kondisi jalan berlumpur di Kampung Legoknyenang, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, mendadak viral di media sosial dan memicu sorotan publik.

Rekaman dari akun TikTok @musisitidakdikenal memperlihatkan ruas jalan yang dipenuhi tanah dan lumpur, hingga membahayakan pengguna jalan. Dalam video itu, seorang warga dengan santun menyampaikan keluhan langsung sambil mengendarai sepeda motor.

“Assalamualaikum, Pak Dedi, izin melapor. Ini jalan di Kampung Legoknyenang, kiri kanan penuh tanah. Kalau bisa dibicarakan ke pemilik proyeknya, kalau sudah menggali tanah begini, ada musyawarah dengan masyarakat,” ujarnya dikutip MediaAksara.id.

Ia juga menyoroti dampak terhadap aktivitas warga, terutama pelajar yang harus berjalan kaki di kondisi licin saat pagi hari.

“Kasihan yang berangkat sekolah jalan kaki, apalagi pagi hari licin sekali. Jalannya juga sudah jelek, sekarang makin kotor” tambahnya.

Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id

Video tersebut memperlihatkan hampir seluruh badan jalan tertutup lumpur, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama saat hujan.

Menanggapi hal itu, Camat Gunungguruh Kusyana dikonfirmasi MediaAksara menyatakan pihaknya telah menerima penjelasan dari perusahaan terkait aktivitas di lokasi tersebut.

“Sebagai tindak lanjut dari aduan, jalan hauling road yang bersebelahan dengan jalan kabupaten dilakukan pengerukan untuk menurunkan elevasi agar berada di bawah jalan kabupaten. Ini untuk mengantisipasi lumpur meluber ke jalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, informasi tersebut berasal dari pihak humas perusahaan. Namun, saat disinggung terkait adanya teguran atau imbauan kepada perusahaan, Camat belum memberikan tanggapan.

Hingga kini, kondisi di lapangan yang terlanjur viral menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Publik pun menunggu langkah konkret penanganan serta kejelasan koordinasi antara perusahaan dan warga.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Ratusan Personel Gabungan Amankan Aksi Aliansi Gema di Sukabumi, Tiga Lokasi Kondusif

Kabar Daerah

Curhat Pedagang Sejak 1960 Keluhkan Relokasi Lapak Sekarwangi Cibadak, Harapkan Evaluasi

Kabar Daerah

‎Perkebunan Karet Beralih ke Sawit? AMUSI Minta APH Sukabumi Periksa Perizinan 

Kabar Daerah

Audiensi Formawar dan PTPN Cibungur Sukabumi Buntu, Warga Warungkiara Pertanyakan Legalitas dan Plasma 20 Persen

Kabar Daerah

SMSI Sukabumi Raya Ajak PWI Bersinergi Wujudkan Pers MASAGI dan KUAT ‎

Kabar Daerah

Sumpah Pemuda ke-98, KNPI Cibadak: Jangan Jadi Penonton, Pemuda Sukabumi Ciptakan Perubahan!

Kabar Daerah

Warga Pajampangan Wajib Tahu! PO Rendy Grup Tambah 5 Armada Elf Surade–Bogor, Ini Jadwal dan Tarifnya

Kabar Daerah

Kuasa Hukum Mitra SPPG Nagrak Utara 3 Sukabumi Bantah Klaim Yayasan, Persoalkan Akta Pinjam Bendera