Tangkapan layar video @musisitidakdikenal perlihatkan jalan berlumpur di Kampung Legoknyenang, Desa Cikujang, Gunungguruh Sukabumi / Foto: @musisitidakdikenal
MEDIAAKSARA.ID – Video durasi 1.41 detik perlihatkan kondisi jalan berlumpur di Kampung Legoknyenang, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, mendadak viral di media sosial dan memicu sorotan publik.
Rekaman dari akun TikTok @musisitidakdikenal memperlihatkan ruas jalan yang dipenuhi tanah dan lumpur, hingga membahayakan pengguna jalan. Dalam video itu, seorang warga dengan santun menyampaikan keluhan langsung sambil mengendarai sepeda motor.
“Assalamualaikum, Pak Dedi, izin melapor. Ini jalan di Kampung Legoknyenang, kiri kanan penuh tanah. Kalau bisa dibicarakan ke pemilik proyeknya, kalau sudah menggali tanah begini, ada musyawarah dengan masyarakat,” ujarnya dikutip MediaAksara.id.
Ia juga menyoroti dampak terhadap aktivitas warga, terutama pelajar yang harus berjalan kaki di kondisi licin saat pagi hari.
“Kasihan yang berangkat sekolah jalan kaki, apalagi pagi hari licin sekali. Jalannya juga sudah jelek, sekarang makin kotor” tambahnya.
Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id
Video tersebut memperlihatkan hampir seluruh badan jalan tertutup lumpur, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama saat hujan.
Menanggapi hal itu, Camat Gunungguruh Kusyana dikonfirmasi MediaAksara menyatakan pihaknya telah menerima penjelasan dari perusahaan terkait aktivitas di lokasi tersebut.
“Sebagai tindak lanjut dari aduan, jalan hauling road yang bersebelahan dengan jalan kabupaten dilakukan pengerukan untuk menurunkan elevasi agar berada di bawah jalan kabupaten. Ini untuk mengantisipasi lumpur meluber ke jalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, informasi tersebut berasal dari pihak humas perusahaan. Namun, saat disinggung terkait adanya teguran atau imbauan kepada perusahaan, Camat belum memberikan tanggapan.
Hingga kini, kondisi di lapangan yang terlanjur viral menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Publik pun menunggu langkah konkret penanganan serta kejelasan koordinasi antara perusahaan dan warga.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







