Proyek Jalan Gudang Kota Sukabumi berdampak pada pendapatan pedagang/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Proyek perbaikan Jalan Gudang di Kota Sukabumi menuai sorotan. Alih-alih memperlancar infrastruktur, pengerjaan justru berdampak serius pada pelaku usaha kecil di sepanjang ruas jalan tersebut.
Berdasarkan pantauan, Rabu (22/4/2026), aktivitas ekonomi di kawasan itu menurun drastis. Kondisi jalan yang masih dalam perbaikan dan akses yang tidak jelas membuat jumlah pengunjung ke toko-toko merosot tajam.
Seorang karyawan toko mengaku omzet usaha turun hingga 50 persen sejak proyek dimulai. Banyak pelanggan mengira toko tutup karena akses sulit dan minim informasi.
“Omzet turun sampai 50 persen. Pelanggan mengira kami tutup karena jalannya berantakan dan tidak ada petunjuk,” ujarnya.
Dampak ini dirasakan langsung oleh sekitar 10 karyawan yang menggantungkan penghasilan dari penjualan harian. Penurunan omzet memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan pekerjaan mereka.
Selain itu, pelaku usaha mengeluhkan minimnya sosialisasi dan tidak adanya penunjuk arah menuju lokasi usaha. Mereka berharap ada solusi konkret, seperti pemasangan plang informasi, pengaturan akses, hingga rekayasa parkir.
“Jangan sampai kami jadi korban pembangunan. Harus ada solusi agar usaha tetap berjalan,” tegasnya.
Informasi yang beredar, proyek ini diperkirakan berlangsung hingga 150 hari. Artinya, pelaku usaha harus bersiap menghadapi tekanan ekonomi berkepanjangan jika tidak ada intervensi dari pemerintah.
Sebelum proyek dimulai, kawasan Jalan Gudang dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi yang ramai. Kini, berdasarkan informasi sejumlah usaha mengalami penurunan signifikan, bahkan ada yang terpaksa tutup sementara.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait perencanaan proyek dan dampaknya terhadap ekonomi warga. Pelaku usaha berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan solusi agar roda ekonomi tetap berputar.
Reporter: Ronald Alexsander
Redaktur: Rapik Utama







