Home / Pemerintahan

Senin, 7 September 2026 - 21:35 WIB

Abu Vulkanik Krakatau Ganggu Kualitas Udara, Siswa PAUD hingga SMP di Sukabumi Belajar dari Rumah

Ilustrasi Warga Terdampak sebaran abu vulkanik, Disdik Kota Sukabumi menerapkan PJJ bagi siswa PAUD, SD, dan SMP. Orang tua diminta mendampingi anak belajar dari rumah / Foto: Istimewa 

SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Pemerintah Kota Sukabumi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP pada Senin (7/9/2026). Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi menyusul kondisi kualitas udara yang terdampak sebaran abu vulkanik.

‎‎Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi meminta orang tua aktif mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Pendampingan dinilai penting untuk memastikan proses belajar tetap berjalan sekaligus menjaga kesehatan peserta didik.

‎‎Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Novian Restiadi, mengatakan peserta didik perlu mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum sepenuhnya kondusif.

‎‎”Kami mohon dukungan orang tua untuk mendampingi anak selama PJJ, memastikan mereka tetap mengikuti pembelajaran, sekaligus menjaga kondisi kesehatan anak,” ujar Novian, Senin (7/9/2026).


Baca Juga :‎ 

Progres Kantor Kecamatan Gunung Puyuh Capai 35 Persen, Struktur dan Atap Mulai Terpasang ‎

‎Novian juga meminta siswa tetap mengikuti pembelajaran dengan baik dan menjaga kesehatan selama berada di rumah.

‎”Tetap semangat belajar dari rumah, jaga kesehatan, kurangi aktivitas di luar rumah, dan ikuti PJJ dengan baik. Keselamatan kalian adalah yang utama,” katanya.

‎Meski siswa belajar dari rumah, guru serta tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas seperti biasa. Mereka diwajibkan menggunakan masker dan menerapkan langkah perlindungan kesehatan saat beraktivitas di lingkungan sekolah.

‎Kebijakan PJJ tersebut disampaikan melalui surat Disdikbud Kota Sukabumi Nomor 400.3.7/2927/DISDIKBUD/2026.


Baca Juga :‎ 

Dugaan Penipuan dan Penggelapan di Sukabumi Masih Disidik, Terlapor Jalani Pemeriksaan Polisi

Pemkot Sukabumi juga terus memantau perkembangan kualitas udara sebagai bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

‎Di sisi lain, keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik tetap diperhatikan. Sekolah dapat berkoordinasi dengan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masing-masing untuk menyesuaikan pelaksanaan MBG dengan kondisi di lapangan.

‎Penyesuaian dilakukan agar kebutuhan gizi peserta didik tetap terpenuhi tanpa mengabaikan faktor kesehatan dan keselamatan akibat paparan abu vulkanik.

‎Pemkot Sukabumi mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, mengikuti informasi resmi pemerintah dan membatasi aktivitas anak di luar rumah hingga kondisi udara kembali dinyatakan kondusif.

‎Reporter: Ronald Alexsander

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Prioritas Desil 1: 98 Keluarga Siswa Sekolah Rakyat Phalamartha Sukabumi Dapat Bantuan Rehab Rumah Kemensos

Pemerintahan

TKD Dipangkas, Bupati Sukabumi Ungkap Strategi Perubahan APBD 2026: Prioritas Pembangunan Jadi Sorotan

Pemerintahan

Progres Kantor Kecamatan Gunung Puyuh Capai 35 Persen, Struktur dan Atap Mulai Terpasang ‎

Pemerintahan

Karhutla Merebak di Sukabumi, Perhutani Perkuat Patroli dan Pos Pemantauan

Pemerintahan

Waswas Abu Vulkanik Krakatau, Disdik Sukabumi Keluarkan Imbauan: Masker Wajib hingga KBM Daring

Pemerintahan

DPRD Sukabumi Soroti TPP ASN dan Anggaran Jalan dalam Perubahan APBD 2026

Pemerintahan

371 Rumah Tak Layak Huni di Sukabumi Ditangani Disperkim pada 2026, Begini Tahapan dan Syarat Penerimanya

Pemerintahan

Perubahan APBD 2026 Masuk DPRD, Pemkab Sukabumi Fokus Penuhi Belanja Wajib dan Program Prioritas