Home / Kabar Daerah

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:03 WIB

Kritik Konser Musik di Sukabumi Disorot Laskar Fisabilillah, Penampilan Umbar Sensual hingga Etika Panggung

Laskar Fisabilillah (LGI) kritik aksi panggung konser Suryakencana kota Sukabumi yang dianggap mengumbar sensual dan patut menjadi evaluasi agar hiburan publik tetap menghormati norma,dan budaya / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Penyelenggaraan konser musik di Kota Sukabumi kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan bukan tertuju pada perizinan, atau kemeriahan acara maupun kualitas penampilan musisi, melainkan aksi panggung sejumlah pengisi acara yang dinilai lebih mengumbar sensualitas dibandingkan nilai seni.

Ketua Laskar Fisabilillah, Abi Kholil, menegaskan gerakan tari yang dianggap provokatif serta busana yang dinilai terlalu terbuka memicu perdebatan di tengah masyarakat.

“Sebagian warga menilai pertunjukan konser tidak lagi mencerminkan hiburan yang edukatif dan berbudaya, melainkan mengarah pada eksploitasi sensualitas untuk menarik perhatian penonton,” ujarnya, Kamis (16/7/2026) malam.


Abi Kholil menilai kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai batas antara kebebasan berekspresi dalam seni dengan penghormatan terhadap norma sosial yang berlaku di masyarakat.

“Sukabumi selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai budaya Sunda dan religius. Karena itu, penyelenggaraan hiburan di ruang publik diharapkan tetap memperhatikan etika, kepatutan, serta karakter budaya lokal,” katanya.

Ia berpendapat panggung musik seharusnya menjadi ruang apresiasi seni dan kreativitas, bukan mengandalkan sensasi sebagai daya tarik utama. Menurutnya, kualitas musikalitas tetap dapat menjadi kekuatan utama sebuah pertunjukan tanpa mengesampingkan norma yang hidup di tengah masyarakat.


Baca Juga :

Selain itu, ia juga menyoroti potensi dampak terhadap generasi muda yang menjadi salah satu kelompok penonton terbesar dalam berbagai konser musik. Menurutnya, ruang publik memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan hiburan yang tidak hanya menarik, tetapi juga menghormati nilai-nilai sosial dan budaya.

“Kebebasan berekspresi adalah hak setiap seniman. Namun, kebebasan tersebut juga membawa tanggung jawab untuk menghormati norma, budaya, dan karakter masyarakat tempat pertunjukan itu digelar,” tegasnya melalui sambungan seluler.

Ia berharap perdebatan mengenai etika pertunjukan dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak, mulai dari penyelenggara acara, pengisi acara, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah. Evaluasi dinilai penting agar konser musik di Kota Sukabumi tetap menjadi ruang hiburan yang kreatif, aman, serta selaras dengan nilai-nilai budaya lokal.

 

Reporter: Ronald Alexsander

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Kekeringan Berlanjut: BPBD Sukabumi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 200 KK Warga Cikakak

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Kobarkan Semangat Perjuangan Reforma Agraria dan Janji Relokasi Lahan Yon TP Ditagih Rakyat! ‎

Kabar Daerah

Petani Sukabumi Kawal Kesepakatan Lahan Relokasi Batalion TP 345, Bukan Sekadar Janji Redam Aksi Rakyat ‎

Kabar Daerah

Jalan Mareleng–Kadaleman Rusak, UPTD PU Jampangkulon: Perbaikan Diusulkan Anggaran Perubahan  ‎

Kabar Daerah

HUT ke-67 Pemuda Pancasila Sukabumi Gelar Aksi Sosial dan Layanan Gratis ‎

Kabar Daerah

Penyu Belimbing Langka Ditemukan Mati di Pantai Cibuaya Sukabumi, Penyebab Belum Diketahui ‎

Kabar Daerah

Fraksi Rakyat Sebut PTPN Biang Kerok, DPRD Diminta Istiqomah Kawal Relokasi Lahan Petani Sukabumi ‎

Kabar Daerah

Jampangkulon Matangkan Persiapan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ‎