Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Uden Abdunn Natsir bersama Anggota Komisi IV DPR RI dan masyarakat usai membagikan ribuan ikan di wilayah Kebonpedes / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Sukabumi terus digencarkan melalui berbagai program. Salah satunya dilakukan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Uden Abdunn Natsir, yang menggagas gerakan pembagian ribuan ikan segar dan olahan bagi masyarakat.
Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan remaja produktif di sejumlah kecamatan wilayah Sukabumi Utara, meliputi Dapil 2, 3, dan 4. Sebanyak 2 ton ikan dibagikan secara gratis kepada sekitar 2.000 penerima manfaat, dengan peluncuran kegiatan dipusatkan di Kecamatan Kebonpedes.
Kegiatan turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI H. Slamet serta perwakilan dari Dinas Kelautan Kabupaten Sukabumi.
“Kami mendorong program zero stunting sebagai tanggung jawab bersama. Pembagian ikan bukan sekadar simbolik, tetapi langkah nyata memperbaiki gizi masyarakat, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak,” ujar Uden Abdunn Natsir, Jumat (10/10/2025).
Menurut Uden, gerakan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia mengungkapkan, program ini juga mendapat dukungan anggota DPR RI Komisi IV yang aktif memperjuangkan sektor perikanan dan ketahanan pangan.
“Program ini sejalan dengan dorongan dari Pak H. Slamet di tingkat pusat. Kami di daerah menindaklanjuti dan memastikan manfaatnya sampai ke masyarakat,” jelasnya dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Uden menambahkan, ke depan diharapkan akan ada SK Bupati Sukabumi yang memperkuat kebijakan percepatan penanganan stunting melalui peningkatan konsumsi ikan.
“Kami ingin program berkelanjutan, bukan sekadar seremonial. Konsumsi ikan harus menjadi budaya karena manfaatnya besar bagi tumbuh kembang anak,” tegasnya.
Seluruh ikan yang dibagikan, kata Uden, berasal dari pelaku UMKM perikanan lokal Sukabumi, terutama jenis ikan etem dan ikan salem. Agar lebih menarik, ikan tersebut diolah menjadi naget, otak-otak, dan somay bergizi tinggi.
“Kami beli langsung dari pelaku UMKM agar ekonomi lokal ikut bergerak. Jadi, selain menyehatkan, kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan ekonomi warga,” tuturnya.
Uden menegaskan kebiasaan makan ikan harus dimulai dari keluarga. Kandungan protein dan omega-3 pada ikan berperan penting bagi kecerdasan anak.
“Penelitian menunjukkan ikan adalah sumber protein hewani terbaik untuk mencerdaskan anak bangsa. Karena itu, mari biasakan makan ikan sejak dini,” ujarnya.
Gerakan pembagian ikan menjadi contoh kolaborasi konkret dalam upaya menekan stunting. Selain memperkuat ketahanan gizi, kegiatan juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya asupan sehat bagi keluarga.
Masyarakat pun menyambut antusias. Para ibu mengaku terbantu dengan pembagian ikan olahan yang bergizi dan praktis untuk disajikan kepada anak-anak.
Sumber: @ Den
Redaktur : Rapik Utama







