Sekretaris Diskominfo Kota Sukabumi, Y. Noviawan diwawancara awak media / Foto : MediaAksara
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Kota Sukabumi terus mempercepat transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Upaya tersebut diwujudkan dengan pelatihan bagi pengelola media sosial Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).
Pelatihan gelombang pertama menghadirkan dosen Program Studi Teknik Informatika UMMI sebagai narasumber dan diikuti peserta dari OPD, puskesmas, kecamatan, hingga kelurahan. Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan AI untuk membuat poster, materi publikasi, serta konten digital yang lebih menarik, efektif, dan mudah dipahami masyarakat. Ke depan, pelatihan akan diperluas hingga pembuatan konten audiovisual berbasis AI.
Baca Juga :
Sekretaris Diskominfo Kota Sukabumi, Yuli Noviawan, mengatakan kolaborasi dengan UMMI menjadi langkah strategis meningkatkan kompetensi aparatur dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.
“Kami terus memperkuat kerja sama dalam pemanfaatan TIK dan AI. Dosen Teknik Informatika UMMI diharapkan dapat membekali para pengelola media sosial pemerintah dengan pengetahuan yang relevan,” ujarnya di Kantor Diskominfo, Selasa (4/8/2026).
Meski demikian, Yuli menegaskan penggunaan AI harus tetap mengedepankan etika. Teknologi tersebut hanya berfungsi sebagai alat bantu, sedangkan tanggung jawab atas kebenaran informasi tetap berada di tangan pengelola konten.
Baca Juga :
Ia mengingatkan agar AI tidak digunakan untuk memanipulasi identitas, mengubah wajah seseorang, maupun memodifikasi logo resmi Pemerintah Kota Sukabumi. Seluruh konten yang dihasilkan juga wajib melalui proses check and recheck sebelum dipublikasikan guna memastikan akurasi, validitas, dan kesesuaiannya dengan aturan.
Melalui pelatihan, Diskominfo berharap aparatur pemerintah mampu memanfaatkan AI secara optimal tanpa mengabaikan etika, perlindungan data pribadi, serta kredibilitas informasi.
Reporter: Ronald Alexsander
Redaktur: Rapik Utama







