Kondisi Mak Okoy Terbaring di RSUD R Syamsudin, SH Kota Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID -Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi memastikan jaminan kesehatan bagi Mak Okoy (79), seorang lansia sebatang kara yang tinggal di Kampung Panjalu, RT 13/RW 03, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi.
Sebelumnya, Mak Okoy yang sehari-hari berjualan gorengan tidak memiliki keluarga maupun jaminan kesehatan. Namun, pada Jumat pagi (07/02/2025), usai melaksanakan salat Subuh, ia mengalami musibah kebakaran di dapurnya. Kobaran api menyebabkan luka bakar di sekujur tubuhnya, terutama pada wajah, tangan, dan kaki.
Melihat kondisi yang memprihatinkan, pihak Desa Warnasari segera membawa Mak Okoy ke RSUD R. Syamsudin, SH, Kota Sukabumi. Pemerintah desa juga telah berupaya mendaftarkan Mak Okoy sebagai peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI), namun kepesertaannya baru akan aktif satu bulan ke depan. Sementara itu, biaya pengobatan selama masa perawatan tetap menjadi tantangan.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Iwan Triyanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan Mak Okoy mendapatkan perawatan yang layak.
“Kami mendapatkan informasi awal dari salah satu anggota dewan bahwa Mak Okoy hidup sebatang kara dan mengalami luka bakar cukup serius. Kami segera berkoordinasi dengan RSUD R. Syamsudin, Dinas Kesehatan, dan BPJS untuk meringankan biaya pengobatannya,” ujar Iwan kepada MediaAksara.id.
Berkat upaya bersama, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akhirnya memastikan bahwa seluruh biaya perawatan Mak Okoy akan ditanggung pemerintah.
“Alhamdulillah, hasil koordinasi ini membuahkan kesepakatan bahwa jaminan kesehatannya akan ditanggung oleh Pemkab Sukabumi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Iwan menambahkan bahwa pihaknya juga telah mengusulkan agar Mak Okoy resmi terdaftar sebagai peserta BPJS PBI Kabupaten Sukabumi, yang diharapkan aktif pada awal Maret mendatang.
“Kami terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Puskesos, BPJS, dan Dinas Kesehatan, agar tidak ada warga miskin yang luput dari bantuan, terutama dalam kondisi darurat seperti ini,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Dinsos Sukabumi juga tengah menangani kasus serupa, termasuk membantu seorang balita yang saat ini dirawat di ICU karena keluarganya masuk kategori tidak mampu.
“Insya Allah, kami akan selalu berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan bantuan yang layak,” pungkas Iwan.
Reporter: Rapik Utama







