Home / Kabar Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 12:35 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Sukabumi Terbengkalai, KLIMAKS Desak Pertanggungjawaban Publik

Data LPSE Proyek Masjid Cisayar di Kampung Cisayar RT 07/RW 08, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Dugaan mangkraknya pembangunan Masjid Cisayar di Kampung Cisayar RT 07/RW 08, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan masyarakat. Proyek rumah ibadah yang disebut mulai dibangun sejak 2021–2022 itu hingga kini belum juga rampung dan belum dapat dimanfaatkan oleh warga.

Berdasarkan pantauan awak media pada Minggu (10/5/2026), bangunan masjid terlihat belum selesai dikerjakan. Area sekitar dipenuhi rumput liar dan sebagian struktur bangunan tampak tidak terawat. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya masyarakat terkait kelanjutan proyek yang berada di lokasi strategis di pinggir jalan provinsi Jawa Barat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pembangunan Masjid Cisayar sempat mendapat alokasi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) pada Tahun Anggaran 2022.


Data yang beredar dalam sistem LPSE Kabupaten Sukabumi mencantumkan paket proyek bernama Pembangunan Masjid Cisayar (Lanjutan) di bawah satuan kerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi. Proyek tersebut disebut memiliki pagu anggaran sekitar Rp1,8 miliar yang bersumber dari APBD 2022 dan berstatus selesai tender pada tahun yang sama.

Namun hingga memasuki tahun 2026, warga menilai pembangunan masjid belum menunjukkan penyelesaian secara optimal.

“Betul, bangunan ini sudah lama seperti ini. Kalau tidak salah mulai sekitar tahun 2021 atau 2022. Sangat disayangkan, padahal kalau selesai bisa menjadi masjid yang bagus dan kebanggaan warga di kampung sini,” ujar seorang warga kepada wartawan, Minggu (9/5/2026).


Warga lainnya mengaku heran lantaran proyek bernilai besar itu justru terlihat terbengkalai dalam waktu cukup lama.

“Sayang sekali kalau dibiarkan terus. Lokasinya bagus, besar juga bangunannya. Kami berharap ada perhatian serius supaya bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” ungkap warga lainnya.

Berdasarkan informasi di lapangan, warga menyebut penanggung jawab pembangunan diketahui berinisial Bah A. Namun saat wartawan mendatangi kediamannya untuk meminta konfirmasi, yang bersangkutan tidak berada di tempat sehingga belum diperoleh penjelasan terkait progres maupun kendala pembangunan tersebut.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai progres pembangunan, penggunaan anggaran, maupun alasan bangunan tersebut belum difungsikan sepenuhnya.

Sementara itu, Ketua KLIMAKS (Koalisi Masyarakat Anti Korupsi Sukabumi), Agil Rahman, menyatakan pihaknya mendukung penuh pembangunan sarana keagamaan, termasuk pengembangan infrastruktur masjid.

“Kami sepenuhnya mendukung pengembangan syiar Islam, khususnya pembangunan infrastruktur masjid. Namun ke depan harus ada terlebih dahulu kejelasan terkait status dan pengelolaan keberadaan masjid tersebut,” ujarnya saat ditemui di Gedung Pendopo, Senin (11/5/2026).


Agil mengaku prihatin atas belum rampungnya pembangunan yang dinantikan masyarakat. Ia juga meminta aparat penegak hukum (APH) profesional dalam mengawal proyek yang menggunakan anggaran daerah.

“Kami mendukung perhatian Pemkab atas penggelontoran anggaran APBD untuk penyelesaian pembangunan. APH harus profesional mengawal pembangunan yang menggunakan APBD,” tegasnya.

Ia juga meminta pihak terkait terbuka kepada publik mengenai kendala dan pertanggungjawaban atas dugaan mangkraknya pembangunan fasilitas keagamaan tersebut.


“Pihak terkait harus bertanggung jawab mengumumkan kepada publik apa kendala dan bagaimana pertanggungjawaban atas dugaan mangkraknya pembangunan fasilitas keagamaan di wilayah Kecamatan Nyalindung. Seharusnya pembangunan seperti ini menjadi teladan bagi pembangunan lainnya di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan turun langsung ke lokasi agar pembangunan rumah ibadah tersebut tidak terbengkalai lebih lama. Selain menyangkut penggunaan anggaran publik.

 

Sumber: @Pr1m

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Tekuni Usaha Batu Bata Selama 3 Tahun, Pengrajin di Jampangkulon Raup Rp3 Juta per Bulan

Kabar Daerah

Warga Cikembar Residence Tagih Janji Developer, Split SPPT Tak Kunjung Rampung! Ini Kata Bapenda Sukabumi 

Kabar Daerah

Developer Cikembar Residence Dorong Percepatan Split SPPT PBB Warga Perum

Kabar Daerah

2 Ribu Pohon Ditanam di Kaki Gunung Walat, LSM Dampal Jurig Gaungkan “Hejokeun Leuweung”

Kabar Daerah

PMI dan JRCS Latih Warga Sukabumi Siaga Bencana Rawan Gempa dan Tsunami

Kabar Daerah

Demokrasi 67 Suara, Lindawati Resmi Jadi Nahkoda RT di Nagraksari Jampangkulon

Kabar Daerah

4 Bulan Pascabencana, Cijambe Sukabumi Berubah “Kampung Sunyi”, Warga Menunggu Kepastian Relokasi

Kabar Daerah

Pegawai Minimarket Asal Jampangkulon Meninggal di Tempat Kerja, Camat Dading Antar Hingga Pemakaman