Home / Pemerintahan

Rabu, 16 Juli 2025 - 12:47 WIB

Sekolah Rusak, Siswa SDN Babakan Sukamanah Harus ke Sungai untuk ke Toilet

Kondisi bangunan sekolah di SDN Babakan Sukamanah Jampangtengah / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Babakan Sukamanah di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memprihatinkan. Fasilitas pendidikan mengalami kerusakan parah dari atap hingga sanitasi. Ironisnya, para siswa harus berjalan sejauh 300 meter ke sungai hanya untuk buang air karena sekolah tidak memiliki sumber air bersih.

Pantauan Mediaaksara di lapangan, kerusakan terlihat dari plafon yang hampir ambruk, tembok yang keropos, cat mengelupas, pintu jebol, hingga tidak adanya toilet berfungsi. Meja dan kursi siswa pun sebagian besar sudah tidak layak digunakan.

Kondisi ini dikeluhkan oleh Herdiana, salah satu wali murid SDN Babakan Sukamanah. Ia mengaku sangat prihatin dan khawatir terhadap keselamatan serta kenyamanan anak-anak saat belajar.

Baca: https://mediaaksara.id/bapenda-dan-komisi-iii-dprd-sukabumi-genjot-pendapatan-daerah-strategi-mutasi-kendaraan-perusahaan/

“Saya prihatin melihat kondisi sekolah seperti ini. Bangunannya sudah bertahun-tahun terbengkalai, tidak ada pintu, kursi rusak, WC tidak berfungsi, lampu pun mati semua,” ujar Herdiana, Rabu (16/7/2025).

Kondisi bangunan sekolah di SDN Babakan Sukamanah Jampangtengah / Foto: Mediaaksara
Kondisi bangunan sekolah di SDN Babakan Sukamanah Jampangtengah / Foto: Mediaaksara

Ia menambahkan, kondisi rusak ini telah berlangsung lama. Sekolah yang berdiri sejak 1998 dan dibangun ulang tahun 2012 tersebut kini sangat membutuhkan perhatian.

“Kami mohon kepada Pemda dan Dinas Pendidikan untuk segera memperbaiki bangunan sekolah ini. Anak-anak belajar dalam kondisi yang tidak manusiawi,” tambahnya.

Baca: https://mediaaksara.id/bahas-anggaran-rakyat-sukabumi-wawancara-dinas-bersuara-sekretaris-komisi-iii-pilih-hening/

Salah satu hal mengenaskan adalah ketiadaan air bersih. Para siswa yang hendak ke toilet terpaksa berjalan ke sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari sekolah.

“Kalau anak-anak ingin BAB atau buang air kecil, mereka harus ke sungai. Itu pun jaraknya cukup jauh,” terang Herdiana.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan dan memberikan solusi konkret agar siswa bisa belajar dengan aman, nyaman, dan layak.

 

Reporter : Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Pengelolaan Aset Desa Jadi Sorotan, DPMD Sukabumi Perkuat Pemahaman Tukar Menukar Tanah Kas Desa

Pemerintahan

Dilema Guru PPPK Paruh Waktu: BPJS PBI Keluarga di Sukabumi Dinonaktifkan Tanpa Jaminan Pengganti

Pemerintahan

Pemkab Sukabumi Perkuat JKN, Pastikan Warga Kurang Mampu Tetap Mendapat Akses Layanan Kesehatan

Pemerintahan

Stop Pengangkutan Sawit di Cidolog dan Cikidang! Komisi I DPRD Sukabumi Bongkar Dugaan Pelanggaran HGU

Pemerintahan

Tak Ada Konflik Penggarap, Camat Bantargadung Beberkan Progres HGU, TORA hingga Lahan Relokasi Bencana

Pemerintahan

Camat Cibadak Dorong Gerakan Literasi Anak Sejak Dini, Inovasi Wujudkan Generasi Emas Indonesia 

Pemerintahan

HGU Berakhir 2028, Camat Ciemas Ingatkan Pentingnya Pemenuhan Syarat Teknis dan Administratif

Pemerintahan

Krisis Kepercayaan Publik Menghantam Imigrasi, Dirjen: Hapus Budaya Lama dan Buktikan Integritas!