Ilustrasi Hotman Paris Hutapea meminta maaf kepada PWI dan seluruh wartawan Indonesia usai pernyataan konferensi pers di Kejagung memicu polemik / Foto: Istimewa ‘AI’
MEDIAAKSARA.ID – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), organisasi profesi wartawan, serta seluruh insan pers di Indonesia atas pernyataannya yang memicu polemik saat konferensi pers terkait kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Jumat (17/7/2026) di kantor Kejagung.
Permintaan maaf disampaikan melalui akun media sosial pribadinya sebagai respons atas beragam kritik pedas dari PWI maupun kalangan jurnalis yang menilai ucapannya kepada seorang wartawan tidak mencerminkan hubungan yang baik antara narasumber dan insan pers.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), organisasi wartawan lainnya, dan seluruh rekan-rekan wartawan di Indonesia atas pernyataan saya dalam konferensi pers yang mengatakan, ‘Lu punya otak nggak sih?’,” ujar Hotman Paris dikutip awak media, Senin (20/7/2026).
Dalam klarifikasinya, Hotman menegaskan potongan video yang beredar luas di media sosial tidak menggambarkan keseluruhan kronologi kejadian. Menurutnya, publik hanya menyaksikan bagian akhir percakapan tanpa mengetahui konteks sebelumnya.
Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika seorang wartawan mengajukan pertanyaan mengenai dugaan adanya hidden agenda atau agenda tersembunyi dari institusi penegak hukum yang menangani perkara tersebut.
Hotman mengaku telah menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui persoalan tersebut dan tidak memiliki kapasitas maupun kewenangan untuk memberikan penjelasan terkait kebijakan internal lembaga penegak hukum.
Namun, sebelum ia menyelesaikan penjelasannya, wartawan lain kembali mengajukan pertanyaan serupa mengenai kemungkinan adanya kekeliruan yang dilakukan institusi tersebut.
“Saya sudah berulang kali mengatakan saya tidak tahu dan tidak punya kapasitas menjawab soal dugaan hidden agenda maupun kebijakan internal suatu institusi penegak hukum. Karena pertanyaan itu kembali diajukan, saya akhirnya terpancing emosi dan mengucapkan kalimat tersebut,” katanya.
Hotman mengakui suasana konferensi pers saat itu berlangsung cukup emosional. Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah memiliki niat merendahkan profesi wartawan ataupun menghina insan pers.
Ia juga menegaskan selama ini memiliki hubungan yang baik dengan media dan berharap insiden tersebut tidak merusak hubungan yang telah terjalin.
“Sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan yang bersangkutan, kepada PWI, organisasi wartawan, dan seluruh wartawan di Indonesia. Selama ini saya memiliki hubungan yang sangat dekat dan baik dengan rekan-rekan media. Tidak ada niat apa pun untuk menghina. Saya hanya terpancing emosi karena terus mendapat pertanyaan yang sudah saya jelaskan tidak bisa saya jawab. Sekali lagi saya minta maaf. Terima kasih,” tutup Hotman Paris.
Reporter: Ronald Alexsander
Redaktur: Rapik Utama






