Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar memberikan apresiasi kepada Balawista, pengemudi perahu wisata, pengelola, dan masyarakat yang berhasil menyelamatkan empat wisatawan saat banjir bandang di Curug Cikaso Cibitung / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelamatan wisatawan saat insiden banjir bandang di kawasan wisata Curug Cikaso, Desa/ Kecamatan Cibitung, pada 22 Mei 2026.
Keselamatan wisatawan, menurut Dinas Pariwisata, menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi. Karena itu, respons cepat para petugas dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dinilai sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama.
Banjir bandang terjadi secara tiba-tiba akibat luapan arus dari hulu Sungai Cikaso. Dalam peristiwa , empat wisatawan sempat terjebak. Dua wisatawan pelajar terseret arus, sementara dua lainnya berhasil dievakuasi lebih dahulu.
Berkat kerja sama petugas Balawista, pengemudi perahu wisata, pengelola objek wisata, masyarakat setempat, serta komunitas yang berada di lokasi, seluruh wisatawan berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat tanpa menimbulkan korban jiwa.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan.
“Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan keberanian mereka, Dinas Pariwisata memberikan apresiasi kepada sejumlah pelaku wisata yang terlibat langsung, di antaranya Kang Iwan, Wahyudin, Sony, Pepen, Dadah, Udin, beserta seluruh pihak yang bergotong royong membantu proses evakuasi,” ujarnya, Kamis (9/6/2026).
Menurut Ali Iskandar, semangat kemanusiaan, kebersamaan, dan respons cepat yang ditunjukkan para penyelamat menjadi bukti bahwa sektor pariwisata tidak hanya menghadirkan keindahan alam, tetapi juga menjunjung tinggi nilai keselamatan, kepedulian, dan solidaritas.
Dinas Pariwisata juga mengimbau seluruh wisatawan agar selalu mematuhi arahan petugas, memperhatikan kondisi cuaca, serta menghindari aktivitas di aliran sungai ketika hujan terjadi di kawasan hulu guna meminimalkan risiko bencana.
Sumber: Dispar Kab. Sukabumi
Redaktur: Rapik Utama







