Home / Kabar Daerah

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:57 WIB

PMI Sukabumi Bongkar Fakta Krisis Stok Darah dan Perbandingan Donor Darah yang Mengkhawatirkan!

PMI Kabupaten Sukabumi menggelar Media Safety 4 Journalist untuk membekali wartawan dengan edukasi donor darah dan pembekalan P3K, Rabu (17/6) / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan bertajuk “Media Safety 4 Journalist” sebagai upaya meningkatkan kapasitas wartawan dalam bidang kemanusiaan, khususnya pemahaman donor darah dan keterampilan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Kegiatan yang mengusung tema “Siamo Tutti Fratelli” atau “Kita Semua Bersaudara” diikuti puluhan wartawan dari berbagai media lokal dan nasional. Acara berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026, di Markas PMI Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Cibolang Cisaat–Sukabumi KM 7, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat.

Selain menjadi ajang silaturahmi bersama Ketua PMI Kabupaten Sukabumi dan Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Kabupaten Sukabumi, kegiatan juga membekali para jurnalis dengan keterampilan dasar kemanusiaan yang dapat diterapkan saat bertugas di lapangan.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Sukabumi, dr. M. Ricky Julian Adhetia, menjelaskan UTD bertugas memberikan pelayanan darah mulai dari proses pengumpulan, pengolahan, penyimpanan hingga distribusi darah kepada fasilitas kesehatan. Darah yang diperoleh dari pendonor akan diolah dan disimpan di bank darah PMI sebelum disalurkan kepada pasien yang membutuhkan melalui proses transfusi darah.


Dalam sesi diskusi, dr. Ricky memaparkan tantangan besar yang masih dihadapi PMI terkait ketersediaan stok darah di Sukabumi. Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal setiap daerah mencapai sekitar 2 persen dari jumlah penduduk.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi mencapai 2.852.107 jiwa dan Kota Sukabumi sebanyak 370.068 jiwa. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan darah ideal di Kabupaten Sukabumi diperkirakan mencapai sekitar 64.443 kantong darah per tahun.

Namun hingga saat ini, kebutuhan tersebut masih belum terpenuhi. Kondisi tersebut membuat PMI Kabupaten Sukabumi harus melakukan berbagai upaya untuk mencari tambahan stok darah, termasuk menjalin kerja sama dan melakukan penggalangan donor hingga ke luar daerah, bahkan ke wilayah Jabodetabek.

  • PMI Kabupaten Sukabumi menggelar Media Safety 4 Journalist untuk membekali wartawan dengan keterampilan donor darah dan P3K, Rabu (17/6) / Foto: Istimewa

PMI Kabupaten Sukabumi menggelar Media Safety 4 Journalist untuk membekali wartawan dengan edukasi donor darah dan pembekalan P3K, Rabu (17/6) / Foto: Istimewa

“Peran media sangat penting mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya donor darah. Donor darah bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian dan kemanusiaan,” ujarnya.


Ia juga menjelaskan masyarakat kerap mempertanyakan alasan adanya biaya saat membutuhkan darah, padahal donor darah dilakukan secara sukarela dan tanpa biaya. Menurutnya, biaya yang dibayarkan bukan untuk membeli darah, melainkan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) yang ditetapkan sesuai regulasi, sebesar Rp490.000 per kantong darah.

“PMI tidak melakukan jual beli darah. Biaya tersebut digunakan untuk proses pemeriksaan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi darah agar aman digunakan oleh pasien,” tegasnya.

Data PMI menunjukkan, sepanjang tahun 2025 kegiatan donor darah yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sukabumi tercatat hanya sebanyak 177 kegiatan dengan hasil 5.767 kantong darah, sementara kegiatan donor di luar wilayah mencapai 95 kegiatan dengan perolehan 7.424 kantong darah.


Meski demikian, kegiatan donor darah di Sukabumi masih didominasi kegiatan yang bersifat insidental atau berbasis event. PMI berharap ke depan semakin banyak instansi, komunitas, pelajar SLTA/ SMK, perusahaan, dan kelompok masyarakat yang menyelenggarakan donor darah secara rutin, minimal setiap tiga bulan sekali.

Selain membahas donor darah, peserta juga mendapatkan pelatihan pertolongan pertama pada kasus trauma dan kecelakaan. Materi ini dinilai penting mengingat profesi jurnalis kerap berada di lokasi bencana, kecelakaan, maupun peristiwa darurat lainnya.

PMI Kabupaten Sukabumi menilai keterampilan dasar penyelamatan nyawa menjadi bekal penting bagi insan pers agar mampu memberikan bantuan awal yang tepat sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

 

Reporter : Sr1.

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Liburan Berujung Petaka! Ayah dan Anak Hilang Tenggelam di Pantai Pasir Putih Sukabumi

Kabar Daerah

Penantian Bertahun-Tahun Berakhir, Kodim 0607 Kota Sukabumi Bangun Jembatan Merah Putih di Cikembar

Kabar Daerah

Jalan Licin Diduga Terdampak Aktivitas Proyek Tol, Pengendara Patah Tulang: Keluarga Minta Pendampingan Selama Masa Pemulihan

Kabar Daerah

SPMB 2026 SMPN 2 Cicurug Dibuka, Kuota Jalur Afirmasi Membludak di Hari Awal Pendaftaran
Ketua PPIHD Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan diwawancara awak media di Kantor Kemenhaj dan umrah / Foto: MediaAksara

Kabar Daerah

Cuaca Ekstrem di Tanah Suci Jadi Sorotan, PPIHD Sukabumi Siapkan Evaluasi Besar untuk Haji 2027

Kabar Daerah

SPMB SMA Negeri 2 Kota Sukabumi Jadi Sekolah Maung! Seleksi Ketat 384 Calon Siswa Unggulan Jadi Sorotan

Kabar Daerah

Setetes Darah Selamatkan Nyawa: PMI Sukabumi Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Kemanusiaan Lewat Donor Darah 

Kabar Daerah

62 Calon Haji Berangkat, 61 Haji Kembali ke Sukabumi: PPIHD Ungkap Kisah Kepulangan Kloter 13 yang Penuh Hikmah