Ketua PPIHD Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan diwawancara awak media di kantor Kemenhaj Umrah, area Pusbangdai Cikembar / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kabupaten Sukabumi mengungkapkan cuaca ekstrem di Arab Saudi menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi jemaah haji pada musim haji 2026. Berdasarkan laporan petugas di lapangan, suhu udara di Tanah Suci mencapai lebih dari 45 derajat Celsius.
Ketua PPIHD Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, mengatakan kondisi cuaca membuat jemaah diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan guna menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah.
“Cuaca memang sangat panas, mencapai lebih dari 45 derajat Celsius. Karena itu para jemaah diharapkan tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar. Mereka lebih dianjurkan beristirahat di hotel atau beribadah di sekitar area penginapan,” ujarnya selepas kepulangan jemaah haji Kloter 13 JKS di Pusbangdai Cikembar, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, faktor cuaca menjadi salah satu perhatian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, terutama bagi jemaah lanjut usia yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat suhu tinggi.
Selain membahas kondisi cuaca, Abdul Manan juga menyoroti kuota jemaah haji Kabupaten Sukabumi yang tahun ini drastis turun dibandingkan musim haji sebelumnya. Meski demikian, seluruh tahapan pelayanan tetap dilaksanakan sesuai standar operasional yang berlaku.
“Tahun ini jumlah jemaah memang turun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun seluruh proses pelayanan tetap dilakukan dengan SOP yang sama seperti saat melayani satu atau dua kloter penuh,” katanya.
Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara
Terkait penyelenggaraan haji tahun 2027, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai kuota dan jadwal pelaksanaan. Informasi yang beredar menyebutkan proses penyelenggaraan haji tahun depan kemungkinan akan berlangsung lebih awal dibanding tahun ini.
“Kami masih menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Haji dan Umrah, terutama terkait data jemaah yang berhak melunasi biaya haji tahun 2027 serta kepastian kuota untuk Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.
Abdul Manan menambahkan, PPIHD Kabupaten Sukabumi akan segera menggelar rapat evaluasi bersama seluruh panitia guna meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.
Salah satu fokus evaluasi adalah penguatan aspek kesehatan jemaah, terutama terkait pengaturan waktu istirahat dan pencegahan risiko akibat cuaca ekstrem.
“Masalah kesehatan dan waktu istirahat jemaah akan menjadi perhatian khusus dalam evaluasi. Hal itu juga menjadi salah satu poin yang disampaikan pemerintah saat evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini,” pungkasnya.
Reporter: De
Redaktur: Rapik Utama







