Home / Pemerintahan

Jumat, 3 April 2026 - 08:30 WIB

Padat Karya Infrastruktur Sukabumi Digencarkan, Jadi Stimulus Ekonomi Desa dan Tekan Pengangguran

Progres pembangunan program padat karya infrastruktur senilai Rp133 Juta di Desa Gunungjaya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID — Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menyiapkan program penciptaan wirausaha baru melalui skema Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri.

Dalam program, setiap kelompok usaha akan menerima bantuan dalam bentuk sarana usaha produktif. Kebijakan perluasan kesempatan kerja melalui skema padat karya infrastruktur dan pemberdayaan tenaga kerja mandiri. Kebijakan ini dituangkan dalam Keputusan Bupati Sukabumi tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Endang Sopyan, mewakili Kepala Disnakertrans menjelaskan bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat yang ingin merintis usaha baru. Setiap kelompok terdiri dari 20 orang peserta, yang berasal dari kalangan penganggur, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), keluarga pekerja migran Indonesia, hingga purna pekerja migran.

“Sebelum menerima bantuan, peserta diwajibkan mengikuti pelatihan kewirausahaan selama tiga hari atau setara 22 jam pelajaran. Materi yang diberikan meliputi motivasi usaha, pengembangan potensi diri, teknik produksi, manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran produk,” ujarnya Jumat (2/4/2026) di Kantor Disnakertrans.

Selain itu, pemerintah daerah juga menggulirkan program padat karya infrastruktur yang menyasar masyarakat penganggur dan setengah penganggur di desa.

“Program ini melibatkan warga dalam pembangunan fisik seperti jalan desa, rabat beton, tanggul penahan tanah, saluran air, hingga irigasi pertanian,” pungkasnya.

Menurutnya, dalam petunjuk teknis ditegaskan insentif yang diberikan bukan berupa upah kerja, melainkan Uang Perangsang Kerja (UPK) yang bersifat sementara. Hal ini menjadikan program padat karya lebih sebagai stimulus ekonomi jangka pendek dibanding solusi permanen atas persoalan pengangguran.

Meski begitu, Disnakertrans berharap kombinasi program padat karya dan pemberdayaan tenaga kerja mandiri dapat membuka peluang kerja baru sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa. Keberhasilan program sangat bergantung pada seleksi peserta, pengelolaan kelompok usaha, serta keberlanjutan bisnis yang dijalankan masyarakat.

 

Reporter : Asep M’rhe

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

518 ASN Kota Sukabumi Masuk Data PPATK, Inspektorat: 120 Diperiksa, Sanksi Berat Bisa Berujung Pemecatan

Pemerintahan

Prioritas Desil 1: 98 Keluarga Siswa Sekolah Rakyat Phalamartha Sukabumi Dapat Bantuan Rehab Rumah Kemensos

Pemerintahan

TKD Dipangkas, Bupati Sukabumi Ungkap Strategi Perubahan APBD 2026: Prioritas Pembangunan Jadi Sorotan

Pemerintahan

Abu Vulkanik Krakatau Ganggu Kualitas Udara, Siswa PAUD hingga SMP di Sukabumi Belajar dari Rumah

Pemerintahan

Progres Kantor Kecamatan Gunung Puyuh Capai 35 Persen, Struktur dan Atap Mulai Terpasang ‎

Pemerintahan

Karhutla Merebak di Sukabumi, Perhutani Perkuat Patroli dan Pos Pemantauan

Pemerintahan

Waswas Abu Vulkanik Krakatau, Disdik Sukabumi Keluarkan Imbauan: Masker Wajib hingga KBM Daring

Pemerintahan

DPRD Sukabumi Soroti TPP ASN dan Anggaran Jalan dalam Perubahan APBD 2026