Beberapa warga membantu pengendara motor yang masih terjebak saat jembatan gantung siliwangi ambruk di Kampung Lingkungsari, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/4/2026) / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID — Kamis pagi (2/4/2026) di Kampung Lingkungsari, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi kepanikan dalam hitungan detik.
Sekira pukul 06.30 WIB, Jembatan Gantung Siliwangi yang selama ini menjadi akses utama warga, tiba-tiba ambruk saat dilintasi kendaraan.
Lima sepeda motor tengah melintas ketika tali seling penopang jembatan tak lagi mampu menahan beban. Struktur jembatan mendadak miring ke kanan sebelum akhirnya runtuh.
Satu pengendara bersama sepeda motornya terjatuh ke sungai, sementara empat lainnya terjebak di atas rangka jembatan yang menggantung dalam kondisi rawan.
Teriakan warga pecah di sekitar lokasi. Dengan perahu sederhana, mereka berupaya melakukan evakuasi secara cepat dan penuh risiko.
Korban yang terjatuh berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, meski mengalami luka dan trauma. Ia kemudian dilarikan ke Puskesmas Tegalbuleud untuk mendapatkan penanganan medis.
- Simak Juga: https://www.facebook.com/share/v/1FJXSBJHoH/
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/viral-jelang-1-april-isu-bbm-naik-rp17-ribu-bikin-panik-pertamina-angkat-bicara/
Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menegaskan peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa.

“Ini bukan hanya soal jembatan yang putus, tapi akses hidup warga yang ikut terputus. Jembatan jalur vital aktivitas masyarakat untuk bekerja, sekolah, hingga kebutuhan sehari-hari,” ujarnya
Sehari sebelum kejadian, wilayah tersebut juga dilanda bencana lain. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti pada Rabu (1/4/2026) menyebabkan tembok penahan tanah di ruas jalan penghubung Desa Caringin Kulon dan Desa Cikembang longsor.
Kondisi jalan kini menyempit dan berbahaya. Meski masih bisa dilintasi kendaraan roda dua, ancaman longsor susulan membuat warga diliputi kecemasan.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/bupati-sukabumi-dinas-pu-diminta-gercep-hadapi-keluhan-jalan-rusak/
Menurut Daeng, intensitas hujan tinggi menjadi faktor utama meningkatnya kerawanan bencana di wilayah selatan Sukabumi.
“Tanah menjadi labil. Ini situasi yang harus diwaspadai bersama,” tambahnya.
Di tengah kondisi tersebut, Regu 8 Pusdalops BPBD terus bersiaga, memastikan penanganan berjalan dan informasi tersampaikan.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







