Tim evaluator UNESCO Apresiasi Pemkab Sukabumi atas Pengembangan Ciletuh Geopark Palabuhanratu/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi menjaga dan mengembangkan kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) mendapat apresiasi dari tim evaluator UNESCO.
Salah satu evaluator asal Tiongkok, Zhang Chenggong, memberikan pujian atas kerja keras Pemkab Sukabumi yang berhasil menindaklanjuti hampir seluruh rekomendasi dari UNESCO Global Geopark (UGGp).
“Dari 18 rekomendasi pada revalidasi pertama, kini hanya tersisa tiga. Ini menunjukkan adanya komitmen dan keseriusan besar dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi,” ungkap Zhang Chenggong di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Senin (30/06).
Baca: https://mediaaksara.id/mui-sukabumi-imbau-ketertiban-umat-terkait-polemik-rumah-singgah-di-cidahu/
Selain capaian teknis, Zhang juga mengapresiasi keindahan dan kekayaan geologi kawasan geopark yang dinilainya sangat unik. Ia menegaskan, peran evaluator bukan untuk memberi nilai, tetapi membantu kawasan agar terus berkembang.
“Kami tidak datang untuk menilai baik atau buruk. Kami hadir untuk membantu penguatan dan perbaikan geopark agar tumbuh semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menyebut CPUGGp sebagai kebanggaan masyarakat Sukabumi telah menjadi bagian dari jejaring UNESCO Global Geopark sejak 17 April 2018.
“Kawasan geopark adalah anugerah sekaligus amanah. Maka kami terus melakukan pembangunan secara terencana dan berkelanjutan, baik dari sisi infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, hingga peningkatan kualitas SDM,” kata Asep.
Ia menambahkan, semua langkah pembangunan tetap berlandaskan prinsip kelestarian, mencakup geodiversitas, biodiversitas, dan budaya lokal. Menurutnya, hal ini selaras dengan visi Kabupaten Sukabumi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis agroindustri dan pariwisata unggulan.
Baca: https://mediaaksara.id/jaksa-garda-desa-upaya-kejari-sukabumi-bangun-desa-bebas-sengketa-hukum/
“CPUGGp juga menjadi bagian dari misi besar kami dalam mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif,” ungkap Bupati Sukabumi.
Ditambahkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi mengatakan selama proses revalidasi, sesuai arahan pimpinan kami menerapkan pendekatan kolaboratif melalui model pentahelix, yaitu melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Metode pendekatan ini dipercaya mampu mempercepat penyelesaian tiga rekomendasi tersisa dan memperkuat posisi CPUGGp di jaringan geopark dunia.
“Semoga proses revalidasi berjalan lancar dan CPUGGp kembali memperoleh green card dari UNESCO,” pungkas Kadispar Kabupaten Sukabumi.
Reporter : Anggita TA. Rahman
Redaktur: Rapik Utama







