Home / Pemerintahan

Senin, 26 Januari 2026 - 12:51 WIB

TPA Cikundul Bau Menyengat, DLH Ungkap Fakta Sampah Membusuk hingga Usia TPA Sejak 1995

Sekretaris DLH Kota Sukabumi, Yelly Yumaeli / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Keluhan warga soal bau menyengat dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul akhirnya dijawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi. Penyebab utamanya berasal dari dominasi sampah organik yang cepat membusuk, ditambah kondisi TPA yang kini hampir penuh.

Sekretaris DLH Kota Sukabumi, Yelly Yumaeli, menjelaskan mayoritas sampah yang masuk ke TPA Cikundul merupakan sampah organik yang secara alami menimbulkan bau tidak sedap saat terurai.

“Sebagian besar sampah yang masuk adalah sampah organik. Ini memang cepat membusuk dan menimbulkan bau,” ujarnya, Senin (26/1/2026) di Kantor DLH Kota Sukabumi.

Baca: https://mediaaksara.id/ratusan-asn-kemenag-sukabumi-mengaji-bareng-ustaz-abdul-somad-awali-2026-dengan-spirit-ikhlas-dan-berakhlak/

Selain itu, TPA Cikundul yang telah beroperasi sejak 1995 kini mengalami keterbatasan lahan. DLH terpaksa melakukan pengerukan ulang sampah lama untuk memperpanjang masa pakai, yang turut memicu bau menyengat ke lingkungan sekitar, terlebih saat musim hujan.

“Ketika sampah lama dibuka kembali, baunya keluar. Ditambah hujan membuat penutupan sampah dengan tanah tidak optimal,” jelas Yelly.

Saat ini, pengelolaan TPA Cikundul masih menggunakan sistem controlled landfill, belum sanitary landfill, karena keterbatasan anggaran dan lahan. Menurut Yelly, menutup TPA tanpa solusi justru berisiko menimbulkan masalah baru, seperti penumpukan sampah di jalan dan permukiman warga.

Baca: https://mediaaksara.id/dari-pakuan-untuk-desa-juara-sukabumi-kades-kebonpedes-komitmen-pelayanan-prima-pasca-gapura-sribaduga/

Ia menegaskan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat, terutama melalui pemilahan sampah dari sumbernya. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos atau biopori, sementara sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah.

DLH juga mengungkapkan usia TPA Cikundul diperkirakan hanya bertahan satu hingga dua tahun ke depan. Sebagai solusi, DLH tengah mengupayakan pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) melalui bantuan pemerintah pusat, serta berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk rencana TPPAS regional bersama Kota dan Kabupaten Sukabumi.

“Semua langkah ini kami tempuh agar pengelolaan sampah di Kota Sukabumi lebih berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Reporter : Ronald Alexsander

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

SPPG Jadi Sorotan! Bupati Sukabumi Dorong Pekerja Terdaftar BPJS, Sekaligus Luncurkan Logo HJKS ke-156

Pemerintahan

DPMPTSP Sukabumi Evaluasi Kinerja MPP, Perkuat Kualitas Pelayanan Publik ke-57 Nasional

Pemerintahan

Sekmat Jampangkulon Monev Awasi Pengaspalan Jalan Desa, Dana Rp100 Juta Dipastikan Tepat Sasaran

Pemerintahan

Jembatan Garuda Suci Resmi Berdiri di Sukabumi, Kolaborasi TNI dan Rakyat Wujudkan Akses Baru Warga Desa

Pemerintahan

Pemkab Sukabumi Titip Harapan ke SMSI Sukabumi Raya, Jadi Garda Terdepan Media Profesional dan Lawan Hoaks

Pemerintahan

Disperkim Sukabumi Perkuat Sinergi Penanganan Sampah dan Mitigasi Kemarau Bersama Pemprov Jabar dan TNI

Pemerintahan

402 Yayasan SPPG di Sukabumi Didorong Daftarkan Relawan ke BPJS, Korwil SPPG: Tunggu Arahan Teknis BGN

Pemerintahan

GMNI Sukabumi Raya Bongkar Hasil Kajian Pembangunan Daerah, Wabup Andreas: Masukan Penting Kemajuan Sukabumi