Home / Kabar Daerah

Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:52 WIB

SE Moratorium Gubernur KDM Dinilai “Lonceng Kematian” Mafia Izin, LIN Sukabumi Siap Kawal Transformasi Ekonomi Hijau

Pasca Sidak Gubernur KDM : ESDM Provinsi Jawa Barat monev izin lokasi tambang di wilayah Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerbitkan Surat Edaran (SE) Moratorium perizinan mendapat dukungan dari Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Investigasi Negara (DPC LIN) Sukabumi. Kebijakan yang digagas Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), dinilai strategi fundamental memperbaiki tata kelola lingkungan sekaligus mempersempit ruang gerak mafia perizinan yang selama ini kerap bersembunyi di balik formalitas administratif.

Ketua DPC LIN Sukabumi, Muh. Dasep, menegaskan lahirnya SE Moratorium bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan sinyal keras berakhirnya era manipulasi dokumen dan penyalahgunaan izin yang mengabaikan daya dukung lingkungan.

“Kami memandang SE Moratorium sebagai lonceng kematian bagi praktik manipulasi dokumen perizinan. Terhitung sejak 19 Maret 2025, izin tidak boleh lagi hanya sah di atas kertas, tetapi wajib selaras dengan kondisi riil kelestarian lingkungan di lapangan,” tegas Dasep, Jumat (16/01/2026).

Baca: https://mediaaksara.id/pwi-pusat-rampungkan-draf-pd-prt-mekanisme-pemilihan-ketum-hingga-majelis-tinggi-diperjelas/

Ia menjelaskan, poin krusial dalam SE Moratorium adalah penghentian sementara penerbitan izin baru, yang dimaksudkan sebagai langkah kuratif sekaligus preventif penataan tata ruang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, sedang melakukan audit menyeluruh dan sinkronisasi data perizinan, guna menutup celah praktik eksploitasi sumber daya alam yang berpotensi merusak ekosistem.

Kegiatan pengeboran tanah oleh perusahaan dan TKA di wilayah Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
Kegiatan pengeboran tanah oleh perusahaan dan TKA di wilayah Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa

Menurut Dasep, kebijakan tersebut kerap disalahpahami sebagai hambatan investasi. Padahal, substansinya justru bertujuan memastikan investasi berjalan di atas fondasi hukum dan etika lingkungan yang kuat.

Baca: https://mediaaksara.id/yang-penting-jalan-papan-proyek-bbws-ta-2025-di-6-kabupaten-tanpa-merinci-anggaran-volume-kades-sukabumi-angkat-bicara/

“Moratorium ini bukan anti-investasi. Justru ini adalah filter agar investasi yang masuk benar-benar bertanggung jawab, patuh hukum, dan tidak merusak ruang hidup masyarakat,” ujarnya.

DPC LIN Sukabumi juga menegaskan pembangunan hari ini tidak boleh mengorbankan hak generasi mendatang. SE Moratorium dipandang sebagai pesan tegas negara bahwa hanya bagi pelaku usaha yang berintegritas dan berkomitmen terhadap kelestarian alam yang layak menjalankan aktivitasnya di sektor sumber daya alam.

Baca: https://mediaaksara.id/aksi-puluhan-warga-sukalarang-desak-bupati-percepat-pembangunan-rsud-sukabumi-timur/

“Kami mendukung investasi, tetapi investasi yang punya komitmen lingkungan. Moratorium memberi ruang evaluasi agar semua pihak kembali ke rel hukum yang benar. Integritas kini menjadi kunci,” tambahnya.

Lebih jauh, LIN Sukabumi menilai SE Moratorium sebagai tonggak awal transformasi ekonomi hijau di Jawa Barat, di mana keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kualitas hidup masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan ditempatkan sejajar. Pihaknya menyatakan siap mengawal implementasi kebijakan tersebut di lapangan agar tidak berhenti sebagai jargon kebijakan semata.

“Kami akan mengawasi secara ketat pelaksanaannya. Setiap jengkal alam Sukabumi harus terlindungi dari praktik serampangan yang merugikan lingkungan dan masyarakat,” pungkas Dasep.

 

Sumber: LIN Sukabumi

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Torehkan Sejarah di Sukabumi, Rektor UMMI Prof. Reny Sukmawani Resmi Sandang Gelar Guru Besar

Kabar Daerah

Masker Gratis Dibagikan Dampal Jurig, Dorong Warga Waspadai Debu Vulkanik

Kabar Daerah

Abu Vulkanik Ganggu Jalan di Sukabumi, Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Bersihkan Debu

Kabar Daerah

Polsek Cibadak Bagikan 250 Masker Gratis di Tengah Sebaran Abu Vulkanik Krakatau ‎

Kabar Daerah

KKN Mandiri Universitas Nusa Putra Tuntas, Mahasiswa Tinggalkan Manfaat di Desa Kertaangsana

Kabar Daerah

Cegah Penyakit Sejak Dini, Puskesmas Jampangkulon Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi ASN ‎

Kabar Daerah

PA GMNI Sukabumi Raya Bergolak! Dewex Sapta Anugerah Terpilih, Marhaenisme Ditantang Turun ke Jalan Perjuangan Rakyat 

Kabar Daerah

Miris! Ibu Gangguan Jiwa, Kakek Terbaring Sakit: Dua Bocah Miskin Bertahan di Rutilahu di Nagrak Sukabumi ‎