Puluhan buruh GSBI Sukabumi geruduk Pendopo Bupati protes PHK massal PT Starcom, Kamis (2/4/2026) / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Puluhan buruh PT Starcomgistic yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) mendatangi Pendopo Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/4/2026), untuk mengadukan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di perusahaan yang berdomisili di Desa Sunda wenang, Kecamatan Parungkuda.
Ketua DPC GSBI Kabupaten Sukabumi, Dadeng Nazarudin, kepada awak media mengungkapkan masalah PHK mulai berlangsung sejak 17 Maret 2026, sedikitnya 80 karyawan diberhentikan secara sepihak, hingga membuat para buruh khawatir jumlah tersebut akan bertambah.
Menurut Dadeng, alasan efisiensi yang disampaikan perusahaan dinilai tidak tepat. Pasalnya, PHK justru menyasar karyawan tetap, sementara tenaga kontrak dan outsourcing masih dipertahankan.
“Kalau memang efisiensi, seharusnya yang dikurangi terlebih dahulu karyawan kontrak atau outsourcing, bukan karyawan tetap. Selain itu informasi teman-teman produksi perusahaan masih berjalan normal,” ujarnya.
Selain itu, buruh juga menyoroti mekanisme pemberitahuan PHK yang dianggap tidak profesional. Sejumlah pekerja mengaku menerima informasi pemberhentian melalui pesan WhatsApp saat sedang menjalani cuti Lebaran.
Sebelumnya, upaya mediasi telah beberapa kali dilakukan melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bersama Bidang Pengawasan Disnaker Jabar. Namun, proses mediasi dinilai belum memberikan kejelasan. Disnaker disebut hanya menyarankan pekerja tetap masuk kerja sementara proses PHK masih berjalan.

Kondisi ini semakin membuat para pekerja merasa tidak memiliki kepastian kerja dan diliputi kekhawatiran akan PHK susulan.
Melalui aksi tersebut, GSBI meminta Bupati Sukabumi turun tangan untuk menjembatani penyelesaian konflik dan menghentikan sementara kebijakan PHK hingga ada solusi yang jelas.
“Kami hanya meminta Bupati membantu agar PHK dihentikan dulu sampai ada penyelesaian yang jelas,” tegas Dadeng.
Berdasarkan pantauan selama aksi berlangsung kondusif dengan dikawal perwakilan Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Setelah dari Pendopo, massa melanjutkan aksi ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi.
Reporter : Sr1
Redaktur : Rapik Utama







