Home / Peristiwa

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:09 WIB

Heboh Jelang Lebaran, Ratusan Buruh Sukabumi Demo Tolak PHK Sepihak, Sudah Dipanggil Lalu “Diberhentikan” Mendadak 

Aksi demo karyawan PT Starcomgistic bersama Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) membawa spanduk bertuliskan “Lawan Ketidakadilan” di depan pabrik di Jalan Raya Angkrong, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/3/2026)/ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Ratusan karyawan PT Starcomgistic bersama Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik di Jalan Raya Angkrong, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/3/2026).

Aksi dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diduga dilakukan secara sepihak oleh perusahaan.

Ketua DPC GSBI Kabupaten Sukabumi, Dadeng Nazarudin, menyebut PHK dinilai tidak sesuai prosedur dan merugikan para pekerja. Ia mengungkapkan, sejumlah karyawan awalnya dipanggil pihak manajemen melalui telepon dan WhatsApp untuk datang ke pabrik.

“Sesampainya di pabrik, mereka yang dipanggil justru dinyatakan di-PHK. Padahal mereka karyawan tetap dengan masa kerja rata-rata di atas lima tahun, bahkan ada yang lebih dari 10 tahun,” ujar Dadeng.

Menurutnya, proses PHK yang dilakukan tidak melalui mekanisme yang semestinya. Karena itu, GSBI secara tegas menolak kebijakan tersebut. Terlebih, mayoritas pekerja yang terdampak merupakan warga sekitar perusahaan.

Baca Juga: https://mediaaksara.id/jelang-puncak-mudik-lebaran-dishub-sukabumi-siapkan-jurusan-anti-macet-cek-strategi-lengkapnya/

“Secara organisasi kami menolak PHK karena tidak sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Saat ini, GSBI tengah mengumpulkan surat pernyataan dari masing-masing karyawan guna memastikan sikap para pekerja, mengingat tidak semua buruh merupakan anggota serikat. Hal ini dilakukan untuk memetakan siapa saja yang menolak maupun menerima PHK.

“Kami khawatir tidak semua karyawan terwakili. Bisa jadi ada yang menerima karena kompensasi, jadi kami pilah,” jelasnya.

Selama aksi berlangsung, sempat dilakukan mediasi antara pihak perusahaan bersama Serikat Pekerja dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Namun usai mediasi belum membuka ruang komunikasi dengan pekerja maupun serikat. GSBI pun berencana meminta fasilitasi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) agar persoalan ini dapat dimediasi.

“Hari ini perusahaan tertutup, tidak bisa komunikasi. Kami akan minta bantuan Disnakertrans untuk memfasilitasi,” pungkas Dadeng.

 

Sumber: @Bud1

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Diduga Gagal Menyalip, Pikap Suzuki Carry Bertabrakan dengan Honda Scoopy di Sukabumi, Dua Korban Dilarikan ke RS

Peristiwa

Gudang Pengolahan Serbuk Kayu di Sukabumi Terbakar, Api Berhasil Dipadamkan Damkar Cibadak

Peristiwa

Rumah Terbakar di Palabuhanratu, Seorang Perempuan Tewas Diduga Terjebak Kobaran Api

Peristiwa

Bocah 5 Tahun yang Hilang di Tepi Kali Cicatih Ditemukan Meninggal, Begini Kronologi Pencarian Dramatis Tim SAR

Peristiwa

Diduga Rem Blong, Dump Truck Picu Kecelakaan Beruntun Libatkan Empat Kendaraan di Jalan Sekarwangi Sukabumi

Peristiwa

Sopir Truk Terjepit Usai Kecelakaan di Sukabumi, Damkar Berhasil Evakuasi Korban Setelah Dua Jam

Peristiwa

Rumah Panggung di Jampangkulon Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Peristiwa

Diduga Sopir Mengantuk, Dump Truk Keluar Jalur dan Hantam Truk Kayu di Sukabumi, Kabin Ringsek Sopir Terjepit