Penampakan pasca bencana alam di Kampung Pamokoan, Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, menyampaikan apresiasi dan kepada Pers Motor Community (PMC), Indonesia Care, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan berbagai komunitas peduli kemanusiaan yang telah datang langsung ke lokasi bencana longsor di Kampung Pamokoan .
Perwakilan pemerintah desa Sukarame, Fahmi menjelaskan, kunjungan kemanusiaan menunjukkan kepedulian nyata insan pers dan relawan terhadap warga yang terdampak bencana.
“Alhamdulillah, pertama kami ucapkan terima kasih kepada tim Pers Motor Community, PWI, dan seluruh relawan yang sudah meluangkan waktu untuk datang ke lokasi bencana longsor di Kampung Pemokoan,” ujarnya di halaman kantor Desa Sukarame.
Ia jelaskan bencana longsor pertama yang melanda wilayah Desa Sukarame sempat menyebabkan akses jalan terputus dan membuat sejumlah kampung sempat terisolir.
“Sewaktu bencana longsor pada senin sore, 27 Oktober 2025, saya memang masih stand by di desa, karena saat itu hujan deras. Setelah pasca longsor terjadi, akses jalan di beberapa kedusunan tertutup material longsor. Kita sempat terisolir, tidak bisa ke mana-mana,” ujarnya warga Kp. Pamokoan.
Menurut data sementara, total ada 9 rumah warga terdampak, terdiri dari 5 rumah tertimbun longsor, 2 rumah rusak berat, dan 2 rumah rusak ringan. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada pergerakan swadaya dari masyarakat, juga bantuan dari Kecamatan, BPBD, BNPB, lembaga pemerintah dan Pemkab Sukabumi, sehingga akses jalan perlahan sudah bisa dilalui,” tambahnya.
Ia juga menuturkan bahwa pos kebencanaan telah didirikan, meski ada tenda darurat. Namun warga yang rumahnya rusak sementara memilih mengungsi ke rumah kerabat di sekitar lokasi.
Selain itu, Fahmi menyampaikan permohonan mohon maaf atas tidak adanya penyambutan dari pihak desa, lantaran bertepatan sabtu dan minggu jadi tidak ada aktivitas dikantor desa, ditambah pasca status darurat serta pemulihan selama sepuluh hari unsur pemdes monitor di seluruh kedusunan yang terdampak bencana.
“Pasca status pemulihan bencana, sabtu dan minggu pemerintah desa libur. Selain itu, anak Pak Kades sedang sakit dan Pak Sekdes tinggal di Kampung Cijangkorang yang sempat terisolir karena akses jalan terputus akibat longsor lalu setelah pasca status pemulihan bencana, Ia baru pulang ke rumahnya” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, kondisi sinyal komunikasi di wilayah terdampak masih menjadi kendala besar. “Sinyal pun blank spot, jadi sulit koordinasi. Bahkan Pak Sekdes baru hari ini bisa pulang ke rumah setelah lebih dari sepuluh hari standby di lokasi bencana selama masa darurat serta pemulihan bencana,” tambahnya.
Kehadiran tim Pers Motor Community bersama PWI dan relawan kemanusiaan dinilai memberikan semangat baru bagi warga terdampak, serta menjadi contoh sinergi antara komunitas sosial, jurnalis, pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana di daerah.
Redaktur: Rapik Utama







