Potensi UMKM hasil alam warga desa Citepus,Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi/ Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID — Di pesisir selatan Sukabumi, tepatnya di jalan Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, geliat ekonomi masyarakat yang masih bertahan adalah penjual hasil alam yaitu kelapa hijau dan pisang. Di tangan warga yang tekun, komoditas potensi alam ini mampu menjadi sumber penghidupan utama sekaligus simbol yang diminati wisatawan yang berkunjung ke pesisir pantai.
Hendra Herdiansah warga Kampung Cilisung,Desa Citepus mengatakan usaha menjual hasil alam di kios pinggir jalan nasional sejak 2018. Pasokan kelapa muda banyak dikirim dari kawasan Cibodas dan Citepus. Adapun penjualan saat musim kemarau, bisa mencapai 300 hingga 350 butir per hari, namun saat musim hujan, hasilnya bisa turun drastis.
“Kalau musim kemarau bisa sampai 300 atau 350 butir, tapi kalau musim hujan, 50 butir saja susah,” ungkapnya disela meladeni pembeli, Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, stok kelapa muda tidak hanya dijual di lokasi, tetapi juga disalurkan ke sejumlah warung-warung di pesisir pantai, hingga ke penginapan. Terkadang, tidak semuanya beli kontan, masih ada juga sistem penjualan ke pemilik warung berbasis saling percaya.
“Alhamdulilah selain dijual di tempat, kami juga kirim ke warung-warung di pesisir dan ke penginapan kalau banyak tamu,” ujarnya.

Hendra menambahkan, kelapa dijual ke warung-warung dengan harga Rp6.000 per butir, atau Rp10.000 jika dibuka langsung di tempat. Dalam kondisi normal, pendapatan hariannya mencapai Rp500.000, dan bisa tembus Rp2 juta ketika meningkat kunjungan wisatawan.
“Kalau wisatawan banyak, biasanya berpengaruh meningkatnya pembeli, Alhamdulillah bila semuanya lancar, omzet bisa sampai dua juta per hari,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski menghadapi tantangan cuaca dan masih ada sistem pembayaran tempo setelah kelapa terjual, Ia tetap bersyukur karena pasokan kelapa muda di wilayahnya tidak pernah kekurangan.
“Alhamdulillah, kelapa di wilayah Palabuhanratu masih banyak,” ungkapnya.
Usaha seperti Hendra menunjukkan bahwa ekonomi rakyat di pesisir selatan Sukabumi tetap tumbuh dari kekuatan lokal. Kelapa bukan sekadar hasil kebun, tapi juga bagian dari kehidupan dan ketahanan masyarakat.
Redaktur: Rapik Utama







