Kondisi memprihatinkan infrastruktur SDN Kaum Hegarmanah Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Tabir kinerja Kepala Sekolah SDN Kaum, Desa Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi patut dipertanyakan. Sorotan terhadap penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berbenturan dengan fakta di lapangan: bangunan rusak berat, ruang kelas terbengkalai, hingga fasilitas pembelajaran yang tak berada di tempat semestinya.
Sejumlah ruang kelas dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan. Plafon ambruk, struktur bangunan lapuk, dan beberapa ruangan dibiarkan kosong tanpa aktivitas belajar mengajar. Situasi ini memunculkan pertanyaan serius soal prioritas penggunaan anggaran sekolah.
Di tengah sorotan publik, Kepala SDN Kaum, Agus, akhirnya memberikan pernyataan. Namun, alih-alih menjawab substansi persoalan, ia hanya menyebut masalah telah selesai.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/duka-nasional-sekjen-pwi-pusat-zulmansyah-sekedang-wafat-dunia-pers-berduka/
“Saya sudah ketemu dengan media di kantor koryandik yang bernama Pak AS dan HI, alhamdulillah sudah beres Pak,” ujarnya melalui pesan singkat, Sabtu (18/4/2026).
Pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya. Istilah ‘beres’ tidak disertai penjelasan rinci, apakah terkait penggunaan anggaran, kondisi fasilitas, atau sekadar komunikasi dengan pihak tertentu.
Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id
Pengawas sekolah tingkat kecamatan, Wawan, turut membenarkan persoalan telah diselesaikan. Namun, penjelasannya dinilai tidak memperjelas situasi.
“Memang sudah selesai, dengan media,” ungkapnya.
Polemik semakin melebar setelah muncul fakta terkait keberadaan smartboard perangkat TV pintar bantuan pemerintah untuk menunjang pembelajaran digital. Wali murid mempertanyakan keberadaannya karena tidak ditemukan di lingkungan sekolah.
Pengawas sekolah membenarkan bahwa perangkat tersebut tidak berada di sekolah.
“Smartboard ada di rumah kepala sekolah, dengan alasan keamanan,” kata Wawan.
Ditambah Ketua PGRI Kecamatan Warungkiara, Sunandangria, juga angkat bicara. Ia mengakui adanya persoalan, namun menyebut berdasarkan informasi dari kepala sekolah, masalah tersebut telah dianggap selesai.
” Kata Kepsek infonya sudah selesai, Alhamdulillah, saya tidak dapat melangkah lebih jauh,” ujar Ketua PGRI Kecamatan Warungkiara.
Pernyataan tersebut memperkuat kesan bahwa persoalan diselesaikan secara internal, namun belum tentu tuntas di mata publik. Hingga kini, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran serta aset pendidikan di SDN Kaum masih menjadi tanda tanya besar.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







