Petani buah manggis, Mulyadi (45) warga Desa Bojong, Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi sumringah perlihatkan hasil panen manggis/ Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Musim panen manggis tahun 1448 H/ 2026 membawa angin segar bagi petani dan pelaku usaha buah di Kampung Batununggul, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Selain kualitas buah dinilai lebih baik, harga manggis di tingkat petani juga mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Salah satu pelaku usaha manggis, Mulyadi (45), mengelola lahan manggis sekitar 4 hektare. Ia menyebut kondisi panen tahun ini cukup menggembirakan karena kualitas buah relatif bagus.
”Kalau tahun sekarang kualitas manggis bagus. Hasilnya juga lumayan,” ujar Mulyadi.
Tak hanya mengelola kebun sendiri, Mulyadi juga membeli hasil panen dari sejumlah petani di sekitar Batununggul untuk kemudian dipasarkan melalui jalur perdagangan dan sejumlah pasar.
Baca Juga :
Irigasi Cilegok Ciracap Rusak, Ratusan Hektare Sawah di Sukabumi Terancam Krisis Air
Kabar baik lainnya datang dari sisi harga. Mulyadi mengatakan harga manggis tahun ini meningkat dibandingkan musim sebelumnya.
Jika tahun lalu harga di tingkat petani berada di kisaran Rp3.000-Rp3.500 per kilogram, kini harganya telah mencapai sekitar Rp7.000-Rp8.000 per kilogram. Nilai tersebut masih bergantung pada kualitas buah dan kondisi permintaan pasar.
”Sekarang sekitar Rp7.000 sampai Rp8.000 per kilogram. Kalau kualitas super, harganya bisa lebih tinggi lagi,” katanya.
Kenaikan harga manggis menjadi peluang bagi petani untuk mendapatkan pendapatan yang lebih baik. Namun, fluktuasi pasar tetap menjadi tantangan karena harga dapat berubah mengikuti pasokan, permintaan, dan kualitas manggis.
Baca Juga :
Dengan produktivitas yang cukup tinggi, potensi ekonomi dari kebun manggis di wilayah lokal terbilang besar. Dalam kondisi panen raya, lahan yang dikelola Mulyadi dapat menghasilkan sekitar 20 ton manggis per hektare dalam satu musim.
Dengan luas lahan sekitar 4 hektare, potensi produksi secara keseluruhan dapat mencapai sekitar 80 ton dalam satu musim panen.
Besarnya potensi alam membuat kestabilan harga menjadi perhatian penting bagi petani. Mulyadi berharap pemerintah dapat turut mendorong penguatan pasar agar harga manggis di tingkat petani tidak mudah jatuh.
”Harapannya dari pemerintah bisa mendukung harga pasar manggis. Kalau saya, inginnya Rp10.000 per kilogram, kalau bisa lebih,” ungkapnya.
Baca Juga :
Mahasiswa Universitas Nusa Putra Kembangkan Portal Pendidikan Digital di Desa Cikahuripan
Menurut Mulyadi, harga yang menguntungkan dan stabil dapat menjadi salah satu pendorong bagi petani untuk terus merawat kebun serta meningkatkan kualitas produksi.
Bagi petani manggis, kualitas buah bukan hanya menentukan harga, tetapi juga menjadi modal memperluas pasar. Karena itu, dukungan terhadap rantai pemasaran, akses pasar, serta kestabilan harga dinilai penting agar peningkatan produksi dapat berujung pada peningkatan kesejahteraan petani.
Musim panen tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum kenaikan harga. Petani berharap kualitas manggis Sukabumi semakin dikenal dan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di sentra produksi, termasuk di Kecamatan Cikembar.
Sumber : @4bd
Redaktur: Rapik Utama







