Home / Kabar Daerah

Minggu, 14 September 2025 - 10:55 WIB

KDM Soroti Perizinan Mandek Hambat Investasi, Konsultan NGK Desak Pemerintah Sukabumi Reformasi Regulasi

Diskusi bersama Tomi Ardi (kanan), Konsultan PT Nusa Graha Konsultan (NGK) / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Proses perizinan yang berbelit dinilai Gubernur Jawa Barat menjadi salah satu hambatan besar bagi investor yang ingin menan@mkan modal. Konsultan PT Nusa Graha Konsultan (NGK), Tomi Ardi, menegaskan perlunya langkah konkret pemerintah daerah untuk menyederhan@kan sistem perizinan agar iklim investasi lebih sehat.

“Pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat rapat paripurna DPRD Sukabumi (10/9/2025) menyoal perizinan jangan sampai mandek sangat tepat. Karena samp@i hari ini, layanan perizinan dasar di Sukabumi masih banyak bermasalah,” ujar Ardi saat ditemui di kompleks Kantor DPTR Kabupaten Sukabumi, Jumat (12/9/2025).

Menurutnya, ada tiga sektor dasar yang paling sering menimbulkan kendala, yakni kepastian tata ruang, lingkungan, d@n bangunan. Informasi ruang, kata Ardi, masih sering tidak transparan sehingga membuat investor ragu untuk melangkah.

Baca: https://mediaaksara.id/hjks-ke-155-dedi-mulyadi-kupas-tuntas-pendidikan-perizinan-dan-negara-harus-hadir-buka-lapangan-kerja/

“Kalau informasi ruang tidak diumumkan ke publik, otomatis kepastian hukum dan efisiensi proses perizinan hilang. Pad@hal kepastian itu penting bagi pelaku usaha,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti perizinan di sektor lingkungan yang kewenangannya sebagian besar m@sih di pemerintah pusat. Hal ini, lanjut Ardi, membuat proses perizinan berjalan lambat dan menyulitkan pengusaha di daerah.

Baca: https://mediaaksara.id/kerap-mangkir-kejari-sukabumi-borgol-dpo-kasus-korupsi-kredit-bank-pelat-merah-rp17-miliar/

“Banyak usaha yang operasionalnya di kabupaten/kota, tapi izinnya diurus ke pus@t atau provinsi. Prosesnya bisa lama sekali,” jelasnya.

Ardi berharap kehadiran Gubernur Dedi Mulyadi mampu mendorong birokrasi lebih bertanggung jawab dan pro-investasi. Ia meneg@skan bahwa pelaku usaha seharusnya mendapat posisi istimewa karena turut memb@ntu pemerintah menciptakan lapangan kerja, peningkatan pajak dan menekan angka pengangguran.

Baca: https://mediaaksara.id/dpmd-sukabumi-tekankan-tertib-administrasi-penyaluran-dana-desa-di-kecamatan-lengkong/

“Kalau perizinan masih lama dan tidak pasti, dampaknya jel@s: investasi mandek, ruang kerja menyempit, dan angka pengangguran sulit ditekan,” katanya.

Lebih jauh, Ardi menilai Pemkab Sukabumi perlu melakukan reformasi regulasi dengan menyederhan@kan sistem perizinan agar tidak terpecah ke berbagai dinas.

“Logikanya, kalau ini urusan perizinan, maka leading sector harus Dinas Perizinan. Buk@n malah dibagi ke beberapa dinas. Ini yang justru menghambat,” pungkasnya.

 

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Liburan Berujung Petaka! Ayah dan Anak Hilang Tenggelam di Pantai Pasir Putih Sukabumi

Kabar Daerah

Penantian Bertahun-Tahun Berakhir, Kodim 0607 Kota Sukabumi Bangun Jembatan Merah Putih di Cikembar

Kabar Daerah

Jalan Licin Diduga Terdampak Aktivitas Proyek Tol, Pengendara Patah Tulang: Keluarga Minta Pendampingan Selama Masa Pemulihan

Kabar Daerah

SPMB 2026 SMPN 2 Cicurug Dibuka, Kuota Jalur Afirmasi Membludak di Hari Awal Pendaftaran

Kabar Daerah

PMI Sukabumi Bongkar Fakta Krisis Stok Darah dan Perbandingan Donor Darah yang Mengkhawatirkan!
Ketua PPIHD Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan diwawancara awak media di Kantor Kemenhaj dan umrah / Foto: MediaAksara

Kabar Daerah

Cuaca Ekstrem di Tanah Suci Jadi Sorotan, PPIHD Sukabumi Siapkan Evaluasi Besar untuk Haji 2027

Kabar Daerah

SPMB SMA Negeri 2 Kota Sukabumi Jadi Sekolah Maung! Seleksi Ketat 384 Calon Siswa Unggulan Jadi Sorotan

Kabar Daerah

Setetes Darah Selamatkan Nyawa: PMI Sukabumi Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Kemanusiaan Lewat Donor DarahÂ