Penampilan atraksi Pencak Silat menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Paguyuban Dadali Pati di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Ketidakhadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Paguyuban Dadali Pati memicu kekecewaan dari kalangan pelaku seni budaya dan pencak silat.
Kekecewaan itu disampaikan Koordinator Paguyuban Pencak Silat Kota Sukabumi, Iman Nurjaman, usai Pagelaran Pentas Seni Tradisi dan Budaya bertajuk “Minangkala Dadali Pati Ke-9 Bersama Bersaudara Harmoni dalam Keragaman Budaya” dengan tema “Ngajaga, Ngaraksa, Ngamumule Seni Tradisi Tur Budaya” berlangsung di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Minggu (19/7/2026).
Menurut Iman, panitia telah menyampaikan undangan kepada seluruh unsur Forkopimda, termasuk Pemerintah Kota Sukabumi. Namun hingga seluruh rangkaian acara berakhir, tidak ada satu pun perwakilan resmi pemerintah yang hadir, baik Wali Kota, Wakil Wali Kota, pimpinan DPRD, kepala perangkat daerah, maupun pejabat lainnya.
“Kami sangat kecewa. Setidaknya ada perwakilan Pemerintah Kota, baik Wali Kota, Wakil Wali Kota, DPRD maupun kepala dinas yang hadir. Kehadiran pemerintah merupakan bentuk penghormatan kepada para pelaku seni budaya dan paguyuban pencak silat yang selama ini menjaga warisan budaya bangsa,” ujar Iman.
Baca Juga :
Ia menilai absennya unsur pemerintah dalam kegiatan budaya tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen pemerintah terhadap pelestarian seni tradisi di Kota Sukabumi.
Menurutnya, pencak silat tidak hanya merupakan cabang olahraga, tetapi juga warisan budaya yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan pembentukan karakter bangsa sehingga membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah.
“Pelestarian budaya tidak cukup hanya diwacanakan. Dukungan pemerintah harus diwujudkan melalui kehadiran, perhatian, dan keberpihakan terhadap komunitas yang selama ini menjaga tradisi tersebut,”katanya.
Iman berharap Pemerintah Kota Sukabumi memberikan ruang yang lebih luas bagi paguyuban pencak silat untuk berkontribusi dalam pembinaan generasi muda sekaligus menjaga eksistensi budaya lokal.
“Kami meminta pemerintah memberikan ruang kepada paguyuban pencak silat. Ini bukan hanya aset daerah, tetapi merupakan aset budaya bangsa yang menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dilestarikan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Paguyuban Pencak Silat Kota Sukabumi berencana meminta penjelasan resmi kepada Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora), terkait ketidakhadiran unsur pemerintah.
- Baca Juga : https://mediaaksara.id/viral-ke-kdm-sungai-diduga-tercemar-limbah-batu-hijau-dlh-jabar-uji-kualitas-air/
Iman menegaskan, apabila penjelasan yang diberikan tidak memadai, pihaknya mempertimbangkan langkah hukum berupa somasi sebagai bentuk protes atas sikap pemerintah yang dinilai mengabaikan agenda pelestarian seni dan budaya.
“Kami hanya ingin mengetahui alasan ketidakhadiran mereka. Harapan kami sederhana, ke depan pemerintah lebih menghargai, hadir, dan memberikan dukungan nyata terhadap kegiatan seni dan budaya di Kota Sukabumi,” pungkasnya.
Hingga berita diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kota Sukabumi maupun Dispora Kota Sukabumi terkait ketidakhadiran dalam kegiatan tersebut.
Sumber: @Pr1m
Redaktur: Rapik Utama







