Home / Kabar Daerah

Senin, 9 Juni 2025 - 18:33 WIB

Jalan Sunyi Habib Fahmi: Menjaga Api Pendidikan Islam dari Limbah Kayu di Palabuhanratu

Hasil kreasi Yayasan Mahabbaturrosul mengolah limbah kayu pantai menjadi sumber kehidupan pesantren dan para santrinya/ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Di tengah keterbatasan dan tanpa sokongan pemerintah, Habib M. Fahmi Assegaf memilih jalan sunyi membela pendidikan Islam. Ia mendirikan Yayasan Mahabbaturrosul di Kampung Batu Sapi, Palabuhanratu, Sukabumi, dari keringat sendiri, bahkan Ia berkreasi mengolah limbah kayu pantai menjadi sumber kehidupan pesantren dan para santrinya.

Habib Fahmi merupakan tokoh masyarakat sekaligus ulama di Palabuhanratu terus istiqomah memikul beban dakwah dan pendidikan umat lewat Yayasan Mahabbaturrosul yang berdiri sejak 2016. Lembaga pendidikan ini menaungi PAUD, MDTA, Majelis Qur’an, hingga pondok pesantren, dan seluruhnya gratis bagi masyarakat.

“Saya sering berpikir, bagaimana nasib para santri dan majelis jika saya wafat? Belum ada donatur tetap. Maka saya coba jalankan usaha mandiri agar dakwah ini tetap berjalan,” ujar Habib dengan nada lirih.

Baca: https://mediaaksara.id/wisata-karang-haji-cibangban-seru-pemkab-dan-kdm-butuh-lirikan-kembangkan-pantai-batas-sukabumi-dan-lebak/

Usaha mandiri ini berangkat dari kreativitas mengolah limbah kayu pantai dari wilayah pesisir Loji. Kayu-kayu yang awalnya dibakar sia-sia, dikumpulkan dan diolah bersama santri menjadi lampu hias, ukiran, gantungan kunci, dan perabot kecil lainnya.

” Semua kami buat sendiri. Hasilnya dijual untuk kebutuhan yayasan. Ini berdiri dari keringat sendiri,” tambahnya.

Baca: https://mediaaksara.id/pembangunan-camping-ground-pt-bogorindo-dihentikan-sementara-dpmptsp-dan-satpol-pp-sidak-ke-lokasi-tenjojaya/

Setiap hari, ia bisa menyelesaikan tiga lampu hias, dengan harga jual antara Rp150 ribu hingga Rp750 ribu. Namun, meski sempat dibantu PLN Indonesia Power Palabuhanratu dengan menyediakan galeri dan membeli beberapa karya, pemasaran tetap menjadi kendala besar.

“Tempatnya jarang dikunjungi, jadi banyak yang tak terjual. Padahal sarana usaha ini demi kelangsungan pendidikan Islam, bukan pribadi saya,” pungkasnya.

Habib berharap pemerintah Kabupaten Sukabumi bisa turun tangan, bukan sekadar melihat usahanya sebagai produk UMKM, tapi menyadari pentingnya peran Mahabbaturrosul dalam membangun generasi Islami.

Baca: https://mediaaksara.id/pernyataan-wakil-wali-kota-serang-mengancam-kebebasan-pers-dewan-fpii-angkat-bicara/

“Saya harap ada pameran rutin, outlet, atau bantuan promosi dari pemerintah. Karena ini perjuangan untuk umat,” ujarnya.

Kini jumlah santri yang menetap tinggal 15 orang, dan murid MDTA hanya 41 anak. Namun semangat Habib tak pernah surut.

“Selama masih ada napas, saya akan terus berjuang membela Islam dan pendidikan anak-anak kampung ini,” tandasnya.

 

Koresponden : A. Tpk

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

HUT RI ke-81, Desa Nagraksari Meriahkan Kemerdekaan dengan Beragam Lomba

Kabar Daerah

81 Tahun Indonesia Merdeka, Mahasiswa Sukabumi Guncang Gerakan: Gagasan “Sukabumi Plus” Mengemuka

Kabar Daerah

Ribuan Pohon Ditanam di Cinumpang, Sinergitas Gerakan KDM Hejo Keun Leuweung Sukabumi

Kabar Daerah

Mahasiswa Universitas Nusa Putra Kembangkan Portal Pendidikan Digital di Desa Cikahuripan

Kabar Daerah

Tujuh Tahun Bertahan, Pokdakan Mina Sauyunan Sukabumi Sulap Lahan Terbengkalai Jadi Wisata Edukasi

Kabar Daerah

YFSBBP Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Lomba Rakyat dan Aksi Sosial di Jampangkulon

Kabar Daerah

Tokoh Cicurug Klaim Jadi Korban Penipuan Rp284 Juta, Konflik Kerja Sama Dagang Ternak Berujung Pelaporan Polisi 

Kabar Daerah

KKN Mahasiswa Universitas Nusa Putra Kenalkan Literasi Keuangan Pelajar SD Lewat “Petualangan Menabung Hebat”