Home / Kabar Daerah

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:10 WIB

Jalan Gegerbitung–Pasir Munding Rusak Lebih dari 10 Tahun, Warga Soroti Ketimpangan Infrastruktur di Sukabumi

Warga Desa Cijurey Sukabumi soroti ketimpangan pembangunan Jalan Gegerbitung–Pasir Munding/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID — Ketimpangan pembangunan infrastruktur kembali mencuat di Kabupaten Sukabumi. Ruas Jalan Gegerbitung–Pasir Munding, khususnya segmen Cijurey–Karangjaya di Kecamatan Gegerbitung, terpantau mengalami kerusakan dan belum mendapatkan penanganan signifikan selama lebih dari satu dekade.

Kondisi jalan yang berlubang, bergelombang, hingga kerusakan gorong-gorong menjadi gambaran persoalan infrastruktur di wilayah tersebut. Situasi ini dinilai tidak sekadar persoalan teknis, tetapi juga mencerminkan belum meratanya prioritas pembangunan di daerah pinggiran.

Masyarakat setempat mengaku telah berulang kali mengusulkan perbaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, usulan tersebut belum terealisasi hingga kini.


“Setiap tahun kami mengusulkan, dari kepemimpinan sebelumnya hingga sekarang, belum ada realisasi. Musrenbang seolah hanya menjadi formalitas,” ujar salah satu warga, Kamis (30/4/2026).

Ditambahkan Kepala Dusun Cipariuk 2, Ahmad Jajuli, menyebut kerusakan jalan sudah berlangsung hampir 10 tahun dan menjadi keluhan utama masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan akses layanan kesehatan warga.

“Ini akses vital masyarakat, tapi justru semakin rusak. Gorong-gorong di depan kantor desa juga dalam kondisi bolong dan menghambat aliran air, berpotensi menimbulkan genangan,” jelasnya.

Pemerintah desa, lanjutnya, telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pengajuan proposal hingga penyampaian dalam forum. Namun, respons dari pemerintah kabupaten dinilai belum optimal.


Situasi ini memicu pertanyaan publik terkait arah prioritas pembangunan daerah. Warga menilai masih terdapat ketimpangan anggaran infrastruktur, di mana beberapa wilayah mendapatkan perhatian lebih dibandingkan daerah lainnya.

“Jangan sampai pembangunan terkesan tidak merata. Kami juga berhak mendapatkan infrastruktur yang layak,” tegasnya.

Selain itu, fungsi Musrenbang sebagai instrumen partisipatif juga menjadi sorotan. Warga menilai, jika usulan yang disampaikan secara konsisten tidak diakomodasi, maka efektivitas forum tersebut patut dievaluasi.


Persoalan ini dinilai tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik jalan, tetapi juga menyangkut keadilan pembangunan dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Warga Desa Cijurey pun mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk segera mengambil langkah konkret, baik melalui perbaikan jalan maupun pembenahan gorong-gorong yang rusak.

Jika kondisi ini terus berlanjut, pemerataan pembangunan dikhawatirkan hanya menjadi wacana, sementara masyarakat di wilayah pelosok tetap menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.

 

Sumber: @Pr1m4

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

May Day 2026: SBM GSI: Buruh Harus Jadi Simbol Perlawanan dan Martabat

Kabar Daerah

Jejak Abadi Wartawan Senior: Edhi Safe’i Tutup Usia di 90 Tahun, Pers Sukabumi Berduka

Kabar Daerah

Ribuan Buruh Sukabumi Siap Bergerak ke Monas! May Day 2026 Jadi Panggung Tuntutan Ketenagakerjaan

Kabar Daerah

Aksi Warga Berbuah Hasil! Perusahaan Bogorindo Janji Perbaiki Jalan dan Normalisasi Irigasi

Kabar Daerah

Relokasi Cijambe Tersendat, LBH IKA Siap Kawal ke DPR RI dan Pemprov Jabar

Kabar Daerah

Sapi Kurban Bersertifikat Diburu Jelang Idul Adha 1447 H, CV Hikmah Putra Sukabumi Siapkan Stok Berkualitas

Kabar Daerah

Tangis Warga Cijambe Pecah di Forum Relokasi Bencana, Sebut KDM Bapak Aing Pertanyakan Nasib Korban Tanah Bergerak

Kabar Daerah

Kurang dari 24 Jam! Polisi Bekuk 7 Pelaku Bom Molotov di Sukabumi, Mayoritas Masih Remaja