Aksi gabungan buruh Sukabumi saat kawal rapat Dewan Pengupahan akhir Desember 2025 di Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID — Gelombang aksi buruh kembali menguat menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Ribuan buruh dari Sukabumi Raya dipastikan akan turun ke jalan dan memusatkan aksi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat (1/5/2026).
Agenda keikutsertaan Buruh Sukabumi akan dikomandoi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh Kimia, Industri Umum, Farmasi dan Kesehatan (FSB KIKES) yang berada di bawah naungan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).
Ketua DPC FSB KIKES KSBSI Sukabumi Raya, Nendar Supriyatna, menegaskan aksi May Day bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bentuk konsolidasi besar untuk mendorong perubahan kebijakan ketenagakerjaan.
“May Day tahun ini menjadi momentum penting. Kami mendesak pemerintah segera menghadirkan undang-undang ketenagakerjaan yang lebih adil dan berpihak kepada buruh,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Nendar menilai isu ketenagakerjaan masih krusial, salah satunya adalah pembatasan sistem outsourcing. KSBSI menilai praktik alih daya saat ini terlalu longgar dan berpotensi merugikan pekerja.

Mereka menuntut agar regulasi outsourcing dikembalikan pada ketentuan awal, yakni hanya berlaku pada lima jenis pekerjaan tertentu, serta adanya batasan waktu yang jelas bagi perusahaan dalam menerapkannya.
“Outsourcing tidak boleh dibiarkan tanpa kontrol. Harus ada kepastian hukum dan perlindungan bagi buruh,” tegas Nendar melalui seluler.
Selain itu, tuntutan penyediaan program perumahan buruh juga menjadi sorotan. Di tengah tekanan ekonomi yang meningkat, KSBSI mendorong pemerintah segera menghadirkan solusi nyata, khususnya di kawasan industri dengan jumlah pekerja yang tinggi.
Awalnya, aksi direncanakan berlangsung di tingkat daerah. Namun, setelah adanya instruksi dari Dewan Eksekutif Nasional (DEN) KSBSI, arah gerakan dipusatkan ke Jakarta.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/pln-gencarkan-edukasi-k3-warga-sukabumi-diingatkan-waspada-bahaya-listrik/
Sekitar 2.000 buruh disiapkan untuk berangkat dengan dukungan 36 armada bus. Para peserta akan diberangkatkan dari delapan titik kumpul di Sukabumi Raya dan dijadwalkan berkumpul di Gerbang Tol Parungkuda pada pukul 03.00 WIB sebelum bertolak ke ibu kota.
Mobilisasi besar ini menjadi sinyal kuat bahwa suara buruh kian solid dan tak bisa diabaikan. KSBSI berharap tuntutan yang disuarakan dalam aksi May Day 2026 tidak hanya menjadi gema di jalanan, tetapi juga direspons melalui kebijakan konkret.
” Tuntutan Buruh bukan sekadar aksi, ini perjuangan. Kami ingin suara buruh benar-benar didengar pemerintah,” pungkasnya.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







