Home / Kabar Daerah

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:27 WIB

Evaluasi 16 Dapur MBG di Sukabumi: IPAL Belum Tuntas, Kerja Sama Limbah Belum Tertulis

Monitoring Satgas MBG Kota Sukabumi: Evaluasi IPAL dari 16 SPPG MBG dan Kerja Sama Limbah Belum Tertulis / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Polemik pengelolaan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi memasuki babak baru. Di tengah sorotan atas kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terus mengalami peningkatan kapasitas, terungkap fakta sebanyak 16 dapur SPPG direkomendasikan segera membangun atau menyempurnakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Rekomendasi tersebut merupakan hasil evaluasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, menyusul meningkatnya aktivitas dapur MBG yang memproduksi limbah setiap hari. Temuan ini memunculkan pertanyaan serius: sejauh mana dapur MBG benar-benar aman bagi lingkungan sekitar?

Kepala Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menegaskan keberadaan IPAL bersifat wajib bagi seluruh SPPG. Ketentuan tersebut mengacu pada surat edaran Menteri Lingkungan Hidup yang telah disosialisasikan sejak akhir November 2025.

“Hasil pengecekan DLH ada 16 SPPG yang direkomendasikan membangun atau memperbaiki IPAL. Ini bukan imbauan, tapi kewajiban. Kalau tidak dibuat, pusat bisa memantau langsung karena program ini berada di bawah kendali Badan Gizi Nasional,” ujar Andri saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).

Ia menyebut sebagian SPPG telah memiliki IPAL, baik sistem manual maupun modern. Namun rekomendasi terhadap 16 unit menunjukkan belum semua dapur MBG memenuhi standar lingkungan secara optimal.

Selain itu, satgas MBG mengklaim volume limbah makanan relatif kecil dan terkontrol. Setiap sisa makanan ditimbang sebagai bahan evaluasi oleh ahli gizi.

“Kalau nasi tidak dimakan, berarti ada menu yang tidak disukai. Itu jadi evaluasi ahli gizi,” jelas Andri.

Ia juga menyebut limbah organik sebagian besar tidak dibuang ke TPA, melainkan dikelola melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari LSM, Karang Taruna, hingga pondok pesantren pengelola maggot. Salah satunya SPPG Karang Tengah 3 yang bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al Fath. Sementara botol minyak bekas dan plastik diklaim telah disalurkan melalui bank sampah.

“Yang ke TPA mungkin hanya plastik-plastik kecil. Selebihnya sudah ada kerja sama,” ujarnya.

Namun, fakta lain terungkap ketika Satgas MBG mengakui bahwa sebagian kerja sama pengelolaan limbah belum dituangkan dalam perjanjian tertulis resmi.

“Secara praktik sudah berjalan, tapi secara administrasi MBG belum tertulis. Ini yang harus kita benahi supaya tercatat jelas limbahnya ke mana,” tegas Andri.

Baca Juga : https://mediaaksara.id/gmni-sukabumi-raya-dorong-uji-terbuka-kepatuhan-regulatif-pemkot-atas-rekomendasi-panja-dprd/

Program MBG berada di bawah pengawasan langsung Badan Gizi Nasional. Setiap bangunan SPPG wajib memenuhi standar alur dapur dan SOP nasional. Andri mengungkapkan, pelanggaran dapat berujung sanksi tegas.

Ia mencontohkan satu SPPG di Jalan SI yang sempat menerima Surat Peringatan (SP 1) karena tidak sesuai SOP, hingga akhirnya harus pindah lokasi dan membangun ulang dapur.

“Kalau tidak sesuai alur, ada tim pengawas dari Jakarta. Sudah ada yang diberi surat peneguhan (SP) dan langsung pindah,” katanya.

 

Reporter: Ronald Alexsander

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Konser Musik di Lapangan Surya Kencana: Disporapar Kota Sukabumi Belum Beri Penjelasan, Kecamatan Wardoy Ungkap Perizinan Ditempuh

Kabar Daerah

SPBJ Gelar Anniversary Ke-2 di Jampangkulon, Hadirkan Tabligh Akbar dan Santunan Anak Yatim

Kabar Daerah

Tegur Kelompok Diduga Mabuk Amer, Satpam Pasar Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan, Tiga Pelaku Diamankan Polisi

Kabar Daerah

DPU Sukabumi Percepat Peningkatan Jalan Purwasedar–Cibodas, Warga Harap Kualitas Terjaga dan Tahan Lama

Kabar Daerah

Krisis Air Bersih Landa Cibadak, Ratusan KK Terbantu Relawan dan BPBD Sukabumi

Kabar Daerah

Sirkuit Cibayawak Sukabumi Selatan Dikebut, Disiapkan Jadi Arena Grasstrack Bertaraf Nasional

Kabar Daerah

Kemarau Mulai Datang, Kepala Desa di Sukabumi Ungkap Kondisi Irigasi Situ Sukarame dan Harapan ke DPU

Kabar Daerah

Jalan Rawan Kecelakaan di Tanjakan Poncol Sukabumi Akhirnya Diperbaiki, Warga Sambut Langkah Pemprov Jabar