Home / Pemerintahan

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:28 WIB

TPA Cikundul Meradang, Limbah Dapur Puluhan MBG Jadi Sorotan Serius di Kota Sukabumi

Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, di Jalan Pemuda, Kecamatan Citamiang / Foto: MediaAksara 

MEDIAAKSARA.ID – Ancaman krisis sampah di Kota Sukabumi semakin tampak. Di tengah kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul Kecamatan Lembursitu yang mendekati over kapasitas, pengelolaan limbah dari sejumlah dapur MBG justru dinilai belum memenuhi standar lingkungan.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi (DLH) melalui Bidang Penataan dan Perlindungan Lingkungan Hidup mengungkapkan, pengawasan terhadap puluhan dapur MBG telah dilakukan sejak akhir 2025. Namun keterbatasan waktu dan sumber daya manusia membuat pemeriksaan belum menjangkau seluruh dapur yang beroperasi.

“Dari hasil pengawasan, pengelolaan sampahnya masih jauh dari standar. Sampah organik seperti sisa makanan masih dibuang langsung ke TPS, sementara air limbah pencucian juga belum diolah optimal,” ujar May Widyastutie, Rabu (18/2/2026).

DLH menilai kondisi tersebut berpotensi mempercepat penumpukan sampah di TPA. Tanpa pengolahan sejak dari sumber, limbah dapur yang terus bertambah dikhawatirkan memperparah tekanan terhadap sistem persampahan kota.

Sampah organik yang tidak dipilah berisiko menimbulkan bau dan pencemaran, sementara air limbah pencucian yang belum diolah dapat berdampak pada kualitas saluran air dan lingkungan sekitar.

DLH telah mengimbau pemilik dapur MBG untuk memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau kompos melalui kerja sama pihak ketiga, sedangkan sampah anorganik disalurkan ke bank sampah atau pengepul.

Beberapa dapur disebut sudah melakukan pengolahan mandiri, seperti di wilayah Subang Jaya. Namun upaya tersebut belum terintegrasi dalam satu sistem pengelolaan limbah terpadu.

DLH menegaskan kewenangannya terbatas pada pembinaan dan pengawasan. Sementara urusan teknis pengangkutan, kerja sama persampahan, dan retribusi berada di bidang persampahan.

Persoalan lain yang mencuat adalah belum finalnya data jumlah dapur MBG. Dari awalnya 49 dapur, meningkat menjadi 53, dan kini diperkirakan mencapai sekitar 60 dapur. Angka resmi masih menunggu konfirmasi Satgas Kota Sukabumi.

 

Reporter: Ronald Alexsander

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

SPPG Jadi Sorotan! Bupati Sukabumi Dorong Pekerja Terdaftar BPJS, Sekaligus Luncurkan Logo HJKS ke-156

Pemerintahan

DPMPTSP Sukabumi Evaluasi Kinerja MPP, Perkuat Kualitas Pelayanan Publik ke-57 Nasional

Pemerintahan

Sekmat Jampangkulon Monev Awasi Pengaspalan Jalan Desa, Dana Rp100 Juta Dipastikan Tepat Sasaran

Pemerintahan

Jembatan Garuda Suci Resmi Berdiri di Sukabumi, Kolaborasi TNI dan Rakyat Wujudkan Akses Baru Warga Desa

Pemerintahan

Pemkab Sukabumi Titip Harapan ke SMSI Sukabumi Raya, Jadi Garda Terdepan Media Profesional dan Lawan Hoaks

Pemerintahan

Disperkim Sukabumi Perkuat Sinergi Penanganan Sampah dan Mitigasi Kemarau Bersama Pemprov Jabar dan TNI

Pemerintahan

402 Yayasan SPPG di Sukabumi Didorong Daftarkan Relawan ke BPJS, Korwil SPPG: Tunggu Arahan Teknis BGN

Pemerintahan

GMNI Sukabumi Raya Bongkar Hasil Kajian Pembangunan Daerah, Wabup Andreas: Masukan Penting Kemajuan Sukabumi