Antrian warga di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami krisis air bersih selama tiga pekan: BPBD dan Relawan menyalurkan bantuan air bersih / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Sebanyak 315 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Cibadak dan Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami krisis air bersih selama hampir tiga pekan seiring menurunnya curah hujan serta diduga akibat terhentinya aliran irigasi Sungai Cimahi yang tengah diperbaiki di wilayah hulu, Desa Karangtengah, Selasa (7/7/2026).
Dampak lainnya tidak hanya dirasakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga terhadap lahan pertanian dan kolam perikanan milik warga.
Salah seorang warga, Ati, mengaku sempat mengalami kerugian setelah air bersih yang diterimanya dimasukkan ke dalam galon yang tanpa sengaja tertukar dengan bekas wadah bensin.
“Airnya sebenarnya bersih, tetapi karena galonnya tertukar, nasi yang saya masak jadi berbau bensin dan terpaksa dibuang,” ujarnya.
Warga lainnya, Maemunah, mengatakan sumur di rumahnya sudah tidak lagi mengeluarkan air sehingga keluarga sangat bergantung pada bantuan air bersih.
“Kalau tidak ada bantuan tangki air, kami bingung harus mencari air ke mana,” katanya.

Sementara itu, Imas menjelaskan warga sempat memanfaatkan air resapan seadanya untuk kebutuhan mandi dan mencuci sebelum bantuan air bersih datang. Ia bersyukur distribusi air bersih telah dilakukan beberapa kali.
Ketua RW 21 Kelurahan Cibadak, Ucup, menyebut sedikitnya 150 KK di wilayahnya terdampak langsung. Menurutnya, mayoritas warga menggunakan sumur gali dangkal yang sangat bergantung pada resapan irigasi Sungai Cimahi.
“Begitu irigasi dikeringkan untuk perbaikan, sumur warga ikut mengering. Selain kebutuhan rumah tangga, sawah dan kebun juga terdampak,” jelasnya.
Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Sukabumi bersama P2BK Kecamatan Cibadak dan Relawan Rumah Zakat menyalurkan bantuan dua tangki air bersih ke wilayah terdampak.
Petugas BPBD Kabupaten Sukabumi, Imam, mengatakan distribusi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga pasokan air kembali normal.
Berdasarkan hasil asesmen P2BK Kecamatan Cibadak, sebanyak 315 KK terdampak, terdiri atas 150 KK di Kampung Lingkungansari, RW 21 Kelurahan Cibadak, serta 165 KK di Kampung Cikiwul Tonggoh, Desa Sekarwangi.
Warga berharap distribusi air bersih dapat terus memenuhi kebutuhan warga hingga curah hujan kembali normal termasuk proses perbaikan saluran irigasi selesai dan aliran air kembali normal.
Sumber: @Iqb4l-B
Redaktur: Rapik Utama







