Home / Kabar Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 22:54 WIB

Darurat Obat Terlarang di Pajampangan! “Peci Merah” Desak Bupati Sikat Habis Pengedar Tanpa Ampun

Tangkapan layar “Peci Merah” desak Bupati Asep Japar bertindak tegas berantas peredaran obat keras terbatas (OKT) demi selamatkan generasi muda / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Pajampangan, Sukabumi Selatan, tengah berada dalam kondisi darurat peredaran obat keras terbatas (OKT). Keresahan masyarakat kini memuncak, terutama dari kalangan orang tua yang khawatir generasi muda terjerumus dalam pergaulan bebas akibat maraknya obat terlarang.

Kegelisahan itu disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat Pajampangan, Yudi Pratama alias “Peci Merah”, kepada Bupati Sukabumi, Asep Japar, dalam sebuah pertemuan yang turut terekam dalam video.

Menurut Yudi, peredaran obat keras terbatas bukan lagi isu kecil, melainkan ancaman nyata yang sudah menyasar pelajar. Ia mengungkap adanya dugaan transaksi ilegal yang dilakukan secara terselubung berkedok warung kelontongan.

“Yang resah hari ini bukan hanya satu dua orang, tapi para orang tua. Mereka khawatir melihat anak-anaknya karena peredaran obat-obatan terlarang sudah masuk ke lingkungan masyarakat,” ujarnya dikutip MediaAksara.

Ia menegaskan, jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan serius, masa depan generasi muda Sukabumi Selatan berada dalam ancaman besar.

Merespons hal tersebut, Bupati Sukabumi Asep Japar langsung menunjukkan sikap tegas. Ia memastikan tidak akan memberi ruang bagi para pelaku peredaran obat terlarang.

“Atas informasi itu, ya kita sikat saja. Siapa pun pengedarnya. Kita akan bekerja sama dengan kepolisian, Satpol PP, dan unsur keamanan lainnya,” tegasnya.

Bupati juga menekankan terhadap pelaku peredaran obat terlarang tidak boleh diberi toleransi sedikit pun.

“Jangan diberi ampun. Karena itu merusak generasi,” tambahnya.

Pernyataan tegas tersebut disambut positif oleh tokoh masyarakat yang hadir. Mereka menilai langkah cepat dan keberanian pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menghentikan penyebaran obat terlarang yang kian meresahkan.

Selain itu, masyarakat mengingatkan bahwa Sukabumi dikenal sebagai daerah religius dengan semboyan Sukabumi Mubarokah. Karena itu, praktik yang merusak generasi muda tidak boleh dibiarkan tumbuh.

“Tidak akan berkah Sukabumi kalau hal-hal seperti ini dibiarkan,” tegasnya.

Masyarakat berharap komitmen Bupati tidak berhenti pada pernyataan, melainkan diikuti langkah nyata untuk membongkar jaringan peredaran obat terlarang di wilayah Pajampangan.

“Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal menyelamatkan generasi,” pungkasnya.

 

Sumber Video: Peci Merah

Reporter: Asep M’rhe

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Kobarkan Semangat Perjuangan Reforma Agraria dan Janji Relokasi Lahan Yon TP Ditagih Rakyat! ‎

Kabar Daerah

Petani Sukabumi Kawal Kesepakatan Lahan Relokasi Batalion TP 345, Bukan Sekadar Janji Redam Aksi Rakyat ‎

Kabar Daerah

Jalan Mareleng–Kadaleman Rusak, UPTD PU Jampangkulon: Perbaikan Diusulkan Anggaran Perubahan  ‎

Kabar Daerah

HUT ke-67 Pemuda Pancasila Sukabumi Gelar Aksi Sosial dan Layanan Gratis ‎

Kabar Daerah

Penyu Belimbing Langka Ditemukan Mati di Pantai Cibuaya Sukabumi, Penyebab Belum Diketahui ‎

Kabar Daerah

Fraksi Rakyat Sebut PTPN Biang Kerok, DPRD Diminta Istiqomah Kawal Relokasi Lahan Petani Sukabumi ‎

Kabar Daerah

Jampangkulon Matangkan Persiapan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ‎

Kabar Daerah

SMP PGRI 2 Nagrak Ungkap Penanganan Siswa yang Diduga Mengalami Kekerasan