Home / Kabar Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 12:58 WIB

Gas Melon Langka di Warga, Tapi Pangkalan Ngaku Stok Melimpah, Ada Apa dengan Distribusinya?

Aktivitas pelayanan gas LPG 3 kg di SPBU Sukaharja, Warungkiara, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram kembali dikeluhkan masyarakat. Dalam beberapa hari terakhir, warga di sejumlah wilayah kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Kalaupun tersedia, harganya melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Di tingkat pengecer, harga gas melon bahkan menembus Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per tabung. Kondisi ini jelas memberatkan masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi berbeda. Di tingkat pangkalan, stok justru diklaim masih aman dan tersedia dalam jumlah cukup.

Kepala Shift SPBU 34.433.18 Sukaharja, Warungkiara, Fadilah Saeful Rohman, menyebutkan harga jual di pangkalan tetap sesuai ketentuan pemerintah.

“Kalau di sini kami jual sesuai HET, yaitu Rp19 ribu,” ujarnya saat ditemui, Rabu (8/4/2026).

Ia juga memastikan ketersediaan stok masih mencukupi, bahkan mencapai ratusan tabung.

“Stok masih banyak, sekitar ratusan tabung tersedia di pangkalan,” ungkapnya.

Menurutnya, pembeli di pangkalan terdiri dari rumah tangga dan pedagang, namun pembelian dalam jumlah besar umumnya dilakukan oleh sub pangkalan.

“Yang banyak biasanya dari sub pangkalan,” jelasnya.

Dari sisi distribusi, Fadilah menegaskan tidak ada kendala pengiriman dari SPBE ke pangkalan.

“Tidak ada keterlambatan distribusi,” tegasnya.

Kondisi kontras antara stok melimpah di pangkalan dan kelangkaan di masyarakat memunculkan dugaan adanya persoalan di rantai distribusi lanjutan, khususnya di tingkat sub pangkalan dan pengecer.

Situasi ini menjadi perhatian serius, mengingat LPG 3 kilogram merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil. Pengawasan distribusi dinilai perlu diperketat agar harga tetap stabil dan pasokan tepat sasaran.

Jika tidak ditangani, kelangkaan dan lonjakan harga dikhawatirkan akan terus berulang, dengan masyarakat sebagai pihak yang paling dirugikan.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id 

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Komisi IV DPRD Sukabumi Dorong UHC Kembali Berlaku, Pastikan Warga Tetap Dilayani Meski Tak Punya BPJS

Kabar Daerah

Merajut Kenangan, Menggapai Masa Depan Gemilang: SDN 5 Cibadak Lepas 50 Siswa Kelas VI dengan Pentas Seni Kreatif

Kabar Daerah

UMKM Jajanan Kekinian Sukabumi Kian Berkembang, Kini Hadir di Sejumlah Wilayah

Kabar Daerah

PLN: Kelistrikan Jawa Barat Telah Pulih

Kabar Daerah

Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Dilepas ke Perbatasan RI–Malaysia, Bupati Sukabumi Titip Misi Jaga Kedaulatan Negara

Kabar Daerah

Ribuan Massa Kepung DPRD Sukabumi! Tolak Moratorium MBG, Desak Program Gizi Anak Tetap Berlanjut

Kabar Daerah

RSUD Jampangkulon Luncurkan SiKeJap, Percepat Transformasi Digital Layanan Kepegawaian

Kabar Daerah

Modus Baru Selundupkan Sabu ke Lapas Sukabumi Lewat Lempar Bakso Dini Hari