Home / Kabar Daerah

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:04 WIB

CSR PTPN Cibungur Sukabumi: Sabar dari 24 Desa Baru 4 yang Terealisasi, Administrasi Diajukan ke Kantor Regional Medan 

Ilustrasi kondisi jalan rusak dan warga menanti realisasi CSR PTPN VIII Cibungur Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Manajemen PTPN VIII Regional I Cibungur akhirnya angkat bicara menanggapi sorotan publik terkait realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Sukabumi, khususnya wilayah Kecamatan Warungkiara. Dari total sedikitnya 24 desa yang berdampingan langsung dengan kebun, hingga kini baru empat desa yang menerima bantuan CSR.

Penjelasan disampaikan oleh Asep, staf administrasi Kantor PTPN VIII Regional I Cibungur, saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (9/1/2026). Ia menegaskan penyaluran CSR tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui mekanisme dan tahapan yang telah ditetapkan perusahaan.

“CSR ini ada aturannya sendiri. Pengajuan dimulai dari desa, kemudian ditampung di tingkat kebun, diajukan ke distrik, dan selanjutnya ke kantor regional yang berada di Medan,” ujar Asep.

Baca:https://mediaaksara.id/inspektorat-kota-sukabumi-tancap-gas-2026-pengawasan-diperketat-korupsi-dan-pungli-jadi-musuh-bersama/

Menurutnya, besaran anggaran CSR sepenuhnya menjadi kewenangan kantor regional, bukan ditentukan oleh pihak kebun. Dana CSR dibagi berdasarkan alokasi tiap distrik, kemudian disalurkan ke beberapa kebun yang menaungi sejumlah kecamatan dan desa.

“Kami di kebun tidak tahu persis nominalnya. Misalnya satu distrik mendapat Rp300 juta, itu masih harus dibagi ke beberapa kebun. Sementara satu kebun bisa mencakup beberapa kecamatan dan desa” jelasnya.

Baca: https://mediaaksara.id/resmi-sotk-baru-58-pejabat-manajerial-dan-fungsional-diambil-sumpah-bkpsdm-optimalisasi-layanan-masyarakat/

Asep mengungkapkan, di wilayah Sukabumi saja terdapat sekitar 24 desa, bahkan bisa lebih, yang bersinggungan dengan aktivitas perkebunan. Kondisi tersebut membuat penyaluran CSR harus dilakukan secara bertahap agar merata dan tepat sasaran.

“Pada tahap awal di tahun 2025, CSR baru terealisasi di empat desa, yaitu Desa Damaraja, Desa Bojongjengkol, Desa Parakansalak, dan Desa Gunung Endut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2026, PTPN VIII kembali mengajukan program CSR untuk desa-desa lain yang belum tersentuh bantuan, terutama desa yang terdampak langsung oleh operasional perkebunan.

Baca: https://mediaaksara.id/dituding-minta-upeti-program-ketapang-kades-tegalpanjang-angkat-bicara-semua-sesuai-aturan-dan-transparan/

“Desa yang belum kebagian tetap kita ajukan lagi. CSR ini berkelanjutan, apalagi kalau perusahaan terus berkembang dan memperoleh keuntungan,” katanya.

Di akhir keterangannya, Asep meminta masyarakat dan pemerintah desa untuk bersabar. Ia menegaskan CSR bukan program satu kali, melainkan bentuk komitmen jangka panjang perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

“Yang belum mendapatkan mohon bersabar. Setiap tahun tetap kita ajukan secara bertahap. Mudah-mudahan tahun ini bisa kebagian,” pungkasnya.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor, Perbaiki Pengelolaan Limbah Pascasorotan Lingkungan, DLH Jabar No Comen! 

Kabar Daerah

Dana Desa Tahap I Tuntas, Pembangunan Posyandu dan Jalan Desa Bojongharja Terlaksana Sesuai Target

Kabar Daerah

BUMDes Desa Selawangi Motor Penggerak Ekonomi, Perkuat Petani dan UMKM 

Kabar Daerah

Viral Dugaan Pencemaran Sungai Cikembar, DLH Edukasi K3 dan Paguyuban Batu Hijau Sukabumi Bangun Sumur Atasi Krisis Air

Kabar Daerah

Bikin Bangga! Desa Purwasari Tunjukkan Kemajuan, Pemuda Kunci Lahirnya Desa Mandiri

Kabar Daerah

Kafilah Nagrak Siap Berlaga di PORSADIN VIII Sukabumi, Targetkan Prestasi dan Harumkan Daerah

Kabar Daerah

Ratusan Santri Ramaikan Porsadin VIII Kabupaten Sukabumi, Bupati Asep Japar Dorong Lahirnya Generasi Religius dan Berprestasi

Kabar Daerah

Fakta Terungkap! Kepala Desa Neglasari Nyalindung Beberkan Dampak Tambang Andesit Gunung Bumi Perkasa