Home / Kabar Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 08:14 WIB

Bukan Sekadar Lapak Buku! Poster Demokrasi ‘Prabowo dan Asep Japar’ Hiasi Mastaka UMMI 2026

Mastaka UMMI 2026 diwarnai lapak buku dan poster sosial politik kebangsaan PC IMM Sukabumi Raya / Foto: MediaAksara

‎‎SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Masa Ta’aruf Kampus (Mastaka) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) 2026 tak hanya menjadi ruang penyambutan mahasiswa baru. Momentum juga dimanfaatkan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sukabumi Raya untuk membuka ruang literasi, diskusi, sekaligus menyampaikan kritik sosial melalui lapak buku dan pameran poster politik kebangsaan.

‎Sekitar 1.100 mahasiswa baru mengikuti rangkaian Mastaka UMMI pada Sabtu (12/9/2026). Di tengah aktivitas calon akademisi, lapak buku dan pameran poster PC IMM Sukabumi Raya dipusatkan di Taman UMMI.

‎Kegiatan ini menjadi cara IMM memperkenalkan organisasi sekaligus menghadirkan tradisi intelektual kepada mahasiswa baru. Buku-buku yang dipajang menjadi pintu masuk untuk membangun budaya membaca dan berdiskusi, sementara poster politik kebangsaan mengangkat sejumlah persoalan sosial yang dinilai dekat dengan kehidupan masyarakat.

‎Beberapa poster aktualisasi Demokrasi Mahasiswa yang tergantung terpampang foto tokoh ulama Nasional yaitu KH. Ahmad Dahlan, Presiden Prabowo, dan tulisan ‘Born Tobe King (Lahir Menjadi Raja), Dipaksa Sehat Dinegeri yang Sakit, Kemanusiaan yang Adil Beradab, Korupsi Menggerogoti Negeri’, serta yang lainnya.


Baca Juga :‎

Pemkab Sukabumi Klarifikasi ke Komnas HAM Terkait Penanganan Bencana Tanah Bergerak Bantargadung

‎Salah satu poster menarik perhatian bertuliskan “Asjap Banyakin Literasi”, yang merujuk kepada Bupati Sukabumi Asep Japar.

‎‎Pesan tersebut ditempatkan sebagai bentuk kritik sosial dan dorongan agar pemerintah daerah lebih banyak membaca serta merespons realitas yang dihadapi masyarakat. Di antaranya persoalan infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, pengangguran, kemiskinan hingga isu keadilan ekologis.

‎‎Kritik IMM menunjukkan ruang kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses akademik, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membaca berbagai persoalan publik dan menyampaikan pandangan secara kritis.

‎Perwakilan PC IMM Sukabumi Raya, Billahi Fiisabilillhaq Fastabiqul Khairat, mengatakan politik kebangsaan tidak semestinya dimaknai sebatas perebutan kekuasaan. Menurutnya, politik kebangsaan juga berkaitan dengan keberanian mengawal kebijakan publik, menyampaikan gagasan dan memastikan kepentingan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan.


‎Baca Juga :‎

Polemik Sosial Warga Miskin Masuk Desil Tinggi, Siapa Bertanggung Jawab? BPS, Kemensos, Dinsos atau Desa! 

‎”Kampus harus menjadi ruang tumbuhnya tradisi membaca, berdiskusi, dan menyampaikan kritik secara konstruktif. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton terhadap persoalan sosial dan politik yang terjadi di sekitarnya, tetapi harus mampu membaca realitas dan memberikan gagasan sebagai bagian dari tanggung jawab intelektualnya,” katanya.

‎

‎Mastaka UMMI 2026 diwarnai lapak buku dan poster politik kebangsaan PC IMM Sukabumi Raya / Foto: MediaAksara
‎Mastaka UMMI 2026 diwarnai lapak buku dan poster politik kebangsaan PC IMM Sukabumi Raya / Foto: MediaAksara

‎Bagi PC IMM Sukabumi Raya, lapak buku dan pameran poster bukan sekadar kegiatan pengenalan organisasi. Keduanya dirancang sebagai ruang interaksi terbuka antara mahasiswa baru dengan gagasan-gagasan sosial, politik dan kebangsaan.

‎Mahasiswa yang datang dapat mengenal lebih dekat IMM, termasuk tradisi intelektual, perkaderan dan gerakan sosial yang menjadi bagian dari identitas organisasi tersebut.


Baca Juga :‎

371 Rumah Tak Layak Huni di Sukabumi Ditangani Disperkim pada 2026, Begini Tahapan dan Syarat Penerimanya

‎Pendekatan ini sekaligus memperlihatkan pengenalan organisasi kemahasiswaan dapat dilakukan melalui diskusi gagasan, bukan semata-mata promosi organisasi.

‎IMM memandang mahasiswa memiliki posisi strategis menjalani kehidupan kebangsaan. Karena itu, kemampuan membaca persoalan, berpikir kritis dan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab dinilai penting untuk dibangun sejak mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi.

‎Kegiatan di Taman UMMI juga memperlihatkan bagaimana kritik sosial dapat hadir melalui medium sederhana, seperti buku dan poster. Pesan tulisan yang disampaikan tidak berhenti pada kritik terhadap kebijakan atau kondisi sosial, tetapi diarahkan menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa.


Baca Juga :‎

Hari Bakti PU ke-81, DPU Sukabumi Gelar Bedah Rumah Warga Prasejahtera di Surade ‎

‎PC IMM Sukabumi Raya berharap Mastaka UMMI 2026 tidak hanya menjadi pintu masuk mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus, tetapi juga menjadi awal tumbuhnya kesadaran mengenai tanggung jawab sosial mahasiswa.

‎‎Sebab, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik. Lebih jauh, mahasiswa dituntut memiliki keberanian untuk membaca realitas, berpikir kritis, menyampaikan gagasan dan mengambil bagian dalam mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

‎Melalui lapak buku dan pameran poster politik kebangsaan, PC IMM Sukabumi Raya pun membuka ruang bagi mahasiswa baru UMMI untuk mengenal IMM sebagai ruang belajar, berproses dan mengabdi sekaligus sebagai ruang untuk merawat tradisi intelektual dan kepedulian terhadap persoalan bangsa.

‎

‎Sumber: PC IMM Sukabumi Raya

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Audiensi Formawar dan PTPN Cibungur Sukabumi Buntu, Warga Warungkiara Pertanyakan Legalitas dan Plasma 20 Persen

Kabar Daerah

SMSI Sukabumi Raya Ajak PWI Bersinergi Wujudkan Pers MASAGI dan KUAT ‎

Kabar Daerah

Sumpah Pemuda ke-98, KNPI Cibadak: Jangan Jadi Penonton, Pemuda Sukabumi Ciptakan Perubahan!

Kabar Daerah

Warga Pajampangan Wajib Tahu! PO Rendy Grup Tambah 5 Armada Elf Surade–Bogor, Ini Jadwal dan Tarifnya

Kabar Daerah

Kuasa Hukum Mitra SPPG Nagrak Utara 3 Sukabumi Bantah Klaim Yayasan, Persoalkan Akta Pinjam Bendera

Kabar Daerah

Babak Baru Sengketa SPPG Nagrak Utara 3 Sukabumi, Dua Yayasan Berbeda Versi soal Legalitas Pengelolaan MBG ‎

Kabar Daerah

Krisis Air Bersih Warga Bojong Sukabumi: Tujuh Tangki Dua Hari Sekali, Warga Cikembar Menanti Solusi Sumur Bor

Kabar Daerah

TMMD ke-130 Kodim 0622 Sukabumi Bangun Rutilahu Warga Ciemas