Home / Kabar Daerah

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Krisis Air Bersih Warga Bojong Sukabumi: Tujuh Tangki Dua Hari Sekali, Warga Cikembar Menanti Solusi Sumur Bor

Puluhan galon menunggu antrian distribusi air dari Pemdes Bojong yang dilakukan dua hari sekali atasi kekeringan melanda Dusun Bojong Kaler dan Bungur Pandak, Desa Bojong Cikembar Sukabumi/ Foto: Istimewa 

‎CIKEMBAR, MEDIAAKSARA.ID – Di tengah sumur warga yang mengering dan kebutuhan air bersih yang terus mendesak, distribusi air menggunakan truk tangki menjadi tumpuan masyarakat di Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

‎Pemerintah Desa (Pemdes) Bojong berupaya memenuhi kebutuhan dasar warga dengan menyalurkan air bersih dari sumur bor desa. Namun, keterbatasan pasokan dan armada membuat distribusi belum dapat dilakukan setiap hari.

‎Dua wilayah yang paling terdampak kekeringan adalah Dusun Bojong Kaler dan Dusun Bungur Pandak. Warga di kedua dusun kini mengandalkan bantuan air dari pemerintah desa dan sejumlah pihak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, hingga sanitasi.

‎Kepala Dusun Bojong Kaler, Irwan Rustandi (40), mengatakan distribusi air dilakukan secara berkala dengan memprioritaskan permukiman yang mengalami kesulitan paling parah.

‎”Alhamdulillah, pemerintah desa berupaya membantu memenuhi kebutuhan air warga. Namun, pengiriman dari sumur bor desa belum maksimal karena baru bisa dilakukan dua hari sekali,” ujar Irwan.


BACA JUGA : ‎

Relawan Sukabumi Diajak Perkuat Kolaborasi dan Mitigasi Bencana ‎

‎Ia menjelaskan, atas arahan Kepala Desa Bojong, penyaluran air terus diupayakan untuk membantu warga, khususnya di Dusun Bojong Kaler dan Dusun Bungur Pandak.

‎Menurut Irwan, kebutuhan distribusi di Bojong Kaler mencapai tujuh tangki setiap dua hari, sedangkan Dusun Bungur Pandak membutuhkan sekitar dua tangki dalam periode yang sama.

‎Proses pengiriman menghadapi kendala karena kendaraan yang digunakan merupakan milik pribadi pengusaha. Distribusi umumnya berlangsung pada malam hingga pagi hari, sekitar pukul 19.00 hingga 06.00 WIB, menyesuaikan ketersediaan kendaraan.

‎Karena itu, warga diharapkan bersabar menunggu giliran pengiriman air. Pemdes bersama kepala dusun serta ketua RT/RW mengatur jadwal distribusi agar bantuan dapat dibagikan secara merata dan tidak menumpuk di satu lokasi.


‎BACA JUGA :

Aktivis Sukabumi Soroti Kasus Dugaan Pencurian Oknum Ojol di Toserba, Dorong Penyelesaian Restorative Justice

‎Selain mengandalkan sumur bor desa, bantuan sebelumnya juga datang dari BPBD, Tim Jabar Istimewa, Yonif TP, dan PDI Perjuangan. Kepala Desa Bojong juga telah menyampaikan surat permohonan bantuan kepada sejumlah instansi terkait.

‎Di balik upaya distribusi darurat krisis air, persoalan ketersediaan sumber air permanen masih menjadi pekerjaan rumah. Irwan menyebutkan, Dusun Bojong Kaler belum memiliki sumur bor. Usulan pembangunan fasilitas telah diajukan sejak beberapa tahun lalu, tetapi belum terealisasi.

‎Sementara itu, sejumlah sumur milik warga mulai mengering akibat musim kemarau. Kondisi memprihatinkan membuat pasokan air melalui truk tangki menjadi salah satu tumpuan utama masyarakat.

‎Berbeda dengan dua dusun, wilayah lain di Desa Bojong masih dapat memanfaatkan aliran sungai dan sumur di area persawahan untuk memenuhi sebagian kebutuhan air.

‎Kondisi ini menunjukkan penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan distribusi air secara berkala. Ketersediaan sumber air alternatif dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan diperlukan agar warga tidak terus bergantung pada bantuan setiap musim kemarau.

‎

‎Reporter : @De 14

‎Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

TMMD ke-130 Kodim 0622 Sukabumi Bangun Rutilahu Warga Ciemas

Kabar Daerah

Legalitas Kebun Sawit Warungkiara Disoal Publik, FORMAWAR Siapkan Aksi dan Tuntut Transparansi Izin ‎

Kabar Daerah

Ada apa Anggaran Ketapang Warungkiara, Kelompok Tani Sukabumi Mundur dan Penjualan Domba Patut Diperjelas! 

Kabar Daerah

Belajar Sambil Bermain, Mahasiswa KKN Nusa Putra Sukabumi Kenalkan Edugame ke Siswa SDN Gunung Malang ‎

Kabar Daerah

Aktivis Sukabumi Soroti Kasus Dugaan Pencurian Oknum Ojol di Toserba, Dorong Penyelesaian Restorative Justice

Kabar Daerah

Persatuan Alumni GMNI Sukabumi Siap Kritis Kawal Kebijakan Pemkab, Ini Komitmennya!

Kabar Daerah

Kuasa Hukum MURI Adukan Dugaan Pengalihan Badan Hukum SPPG Nagrak Utara 3 Sukabumi ke BGN

Kabar Daerah

Ratusan Santri Palabuhanratu Kirab Bendera Merah Putih Raksasa 100 Meter Peringati Hari Santri di Sukabumi