Forkopimcam Jampangkulon turun ke desa Mekarjaya menyampaikan imbauan kamtibmas, mulai pencegahan karhutla, larangan knalpot brong hingga konvoi bobotoh Persib / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID, SUKABUMI – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, monitoring ke sejumlah desa untuk menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Jumat (11/9/2026).
Kegiatan dipimpin Camat Jampangkulon, Dading, menyasar tiga isu utama, yakni pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), larangan penggunaan knalpot brong, serta pencegahan konvoi suporter sepak bola yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Salah satu lokasi yang disambangi Forkopimcam adalah Desa Mekarjaya. Di hadapan masyarakat, Dading secara khusus mengingatkan para petani, terutama yang memiliki lahan luas dan berada di sekitar kawasan hutan, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
”Kami mengimbau kepada seluruh warga, khususnya petani, agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan. Cara ini sangat berbahaya bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Dading.
Baca Juga :
Tak Sekadar Seremoni! Mojang-Jajaka Sukabumi Ungkap Lilin Kecil di HJKS ke-156
Menurutnya, risiko kebakaran perlu diwaspadai, khususnya saat kondisi cuaca kering. Api yang awalnya berasal dari pembakaran lahan dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan.
Selain pencegahan karhutla, Forkopimcam turut menyoroti penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong. Penggunaan knalpot tidak standar dinilai dapat mengganggu kenyamanan masyarakat serta berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum.
”Kami imbau pemilik sepeda motor dan kendaraan lainnya tidak menggunakan knalpot brong. Jika masih ditemukan, akan ditertibkan oleh pihak kepolisian sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Baca Juga :
Forkopimcam Jampangkulon juga mengingatkan para pendukung sepak bola, khususnya bobotoh Persib, agar tidak melakukan konvoi maupun arak-arakan di jalan raya.
Imbauan berlaku baik ketika Persib meraih kemenangan maupun mengalami kekalahan. Langkah itu dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat di wilayah Jampangkulon.
”Untuk menjaga kondusivitas, kami imbau bobotoh agar tidak melakukan konvoi. Mari kita jaga bersama keamanan dan kenyamanan lingkungan agar Jampangkulon tetap aman dan kondusif,” pungkas Dading.
Forkopimcam Jampangkulon menegaskan menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.
Reporter: @Sadeva
Redaktur: Rapik Utama







