Ketua BPD Desa Cimanggu Cikembar Sukabumi Atik Suardi berkomitmen realisasikan program meski anggaran desa menurun / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Ketua BPD Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Atik Suardi, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjalankan program desa sesuai regulasi, meskipun terjadi penurunan anggaran pada tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan usai kegiatan sosialisasi penggunaan Dana Desa Sukamulya Tahun 2026 yang digelar di aula desa pada Rabu, 22 April 2026.
Menurut Atik, pengurangan anggaran bukan menjadi alasan untuk menghentikan program yang telah direncanakan. Pemerintah desa bersama BPD tetap komitmen mengalokasikan anggaran secara optimal sesuai aturan keuangan.
“Pengurangan anggaran bukan alasan untuk tidak menjalankan program. Kami tetap mengalokasikan sesuai kemampuan dan aturan yang ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tetap berjalan, meskipun jumlah penerima manfaat mengalami penyesuaian.
Saat ini, penerima BLT di Desa Cimanggu tercatat sebanyak empat orang. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan selama satu tahun dengan anggaran sekitar Rp 14.200.000.
“Jumlah penerima memang berkurang, tapi nominalnya tetap. Kami lebih memilih bantuan tetap layak daripada dibagikan ke banyak orang tapi nilainya kecil dan tidak mencukupi,” jelasnya.
- Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id
Atik menegaskan ketepatan sasaran menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan. Untuk itu, proses seleksi dilakukan secara ketat dengan melibatkan unsur RT, RW, hingga kepala dusun.
“Kami ingin bantuan benar-benar tepat sasaran, diberikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan,” tegasnya.
Selain fokus pada penyaluran bantuan, BPD Desa Cimanggu juga mendorong inovasi dalam mencari sumber pendanaan alternatif. Salah satunya melalui kerja sama dengan pihak ketiga, seperti perusahaan atau lembaga lainnya, guna membantu masyarakat yang belum terjangkau oleh anggaran desa.
“Semua kembali pada kemampuan pemerintah desa dalam menggali potensi dan mewujudkan kerja sama. Itu menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Desa Cimanggu berharap masyarakat dapat memahami kondisi keterbatasan anggaran, sekaligus mendukung program prioritas yang telah ditetapkan demi keberlanjutan pembangunan desa.
Reporter: Sr1
Redaktur: Rapik Utama







