Home / Kabar Daerah

Senin, 27 April 2026 - 19:21 WIB

Aksi Tagih Janji Perbaikan Jalan Rusak, Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Sukatani, Desak Kades Mundur

Aksi Ratusan warga Desa Sukatani, Surade Kabupaten Sukabumi menuntut perbaikan jalan dan transparansi dana desa di aula Kantor Desa Sukatani, Senin (27/4) / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Ratusan warga Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, geruduk kantor desa pada Senin (27/4/2026). Aksi ini dipicu kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan desa yang tak kunjung membaik, meski sebelumnya telah dijanjikan perbaikan.

Aksi berlangsung dengan pengawalan dan difasilitasi pemerintah desa bersama unsur Forkopimcam serta perwakilan Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Pajampangan (PKPP). Dalam forum terbuka, warga menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari percepatan pembangunan hingga transparansi anggaran.

Perwakilan warga, Ahmad Caeng, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk penagihan janji pemerintah desa yang dinilai belum terealisasi selama bertahun-tahun.

“Warga hanya ingin bukti dari janji yang pernah disampaikan. Sudah lama, tapi kondisi jalan masih seperti ini,”ujarnya.

Ia juga menyoroti lambannya progres perbaikan yang sebelumnya disebut bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Kondisi tersebut, menurutnya, memicu kekecewaan yang semakin meluas di tengah masyarakat.

Tak hanya soal infrastruktur, warga turut mempertanyakan keterbukaan penggunaan dana desa, khususnya yang dialokasikan untuk pembangunan jalan. Mereka mendesak adanya penjelasan transparan guna menghindari kecurigaan publik.

Ahmad menegaskan, jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, warga siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Kalau belum ada kejelasan, kami akan datang aksi lagi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sukatani, Sulaeman, menjelaskan proyek jalan yang dipersoalkan sebelumnya merupakan kewenangan pemerintah daerah. Namun, pada 2026 statusnya berubah sehingga memungkinkan penanganan bersama antara desa, kabupaten, dan provinsi.

“Sekarang bisa ditangani bersama. Pekerjaan juga sudah berjalan, hanya saja belum selesai,” jelasnya.

Terkait tuntutan transparansi anggaran, Sulaeman menyebut laporan belum bisa disampaikan secara final karena proyek masih dalam proses. Ia memastikan pihak desa akan berkoordinasi dengan kecamatan, BPD, dan dinas terkait untuk mencari solusi terbaik.

Soal desakan mundur dari sebagian warga, Sulaeman menyatakan hal tersebut merupakan hak masyarakat, namun harus melalui mekanisme yang berlaku.

Aksi ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan warga dengan tuntutan serupa. Masyarakat berharap ada kepastian percepatan pembangunan jalan serta keterbukaan informasi anggaran agar kepercayaan publik terhadap pemerintah desa kembali pulih.

 

Sumber: @Jj4ng

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

‎30 Lilin Menyala di Gedung Juang, Doa untuk 5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Saat Liputan Erupsi

Kabar Daerah

KONI Sukabumi Tancap Gas, 509 Personel Disiapkan Bidik 90 Medali di Porprov Jabar 2026

Kabar Daerah

Bukan Cuma Knalpot Brong, Forkopimcam Jampangkulon Soroti 3 Potensi Gangguan Kamtibmas

Kabar Daerah

30 Hari Berkarya di Desa Walangsari, KKN Nusa Putra Tinggalkan Jejak dari Pendidikan hingga Fasilitas Madrasah

Kabar Daerah

Tak Sekadar Seremoni! Mojang-Jajaka Sukabumi Ungkap Lilin Kecil di HJKS ke-156

Kabar Daerah

Sekar Budaya HJKS ke-156 Meriah, Euforia Warga Sukabumi Larut Dalam Pesona Budaya Sunda

Kabar Daerah

Hari Pelanggan Nasional, PLN Sukabumi Perkuat Sinergi dengan PT Glostar Indonesia

Kabar Daerah

Sampah Jadi Persoalan Warga Sukabumi, Mahasiswa Nusa Putra Bawa Inovasi Teknologi Tepat Guna